Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Kementerian Perdagangan Resmikan Pasar Banjarejo di Blora

Jumat, 31 Januari 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meresmikan Pasar Banjarejo di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (29/1). Turut hadir dalam acara peresmian pasar tersebut Bupati Blora Djoko Nugroho dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Blora Sarmidi.

“Pembangunan/revitalisasi pasar tersebut adalah yang ditunggu masyarakat maupun pedagang, karena selain untuk menciptakan pasar yang modern, bersih, dan higienis, juga dapat menyediakan barang-barang yang dibutuhkan serta memberikan harga yang terjangkau bagi rakyat. Revitalisasi dilakukan atas kerja sama dengan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Blora, Kadis Perdagangan Propinsi Jateng, serta seluruh elemen masyarakat yang berjalan lancar, dalam memindahkan para pedagang maupun penyediaan lahan,” ujar Mendag.

Revitalisasi Pasar Banjarejo merupakan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan peresmian Pasar Banjarejo diharapkan perekonomian daerah semakin menggeliat. Sebagai simpul kekuatan ekonomi lokal, karena keberadaan pasar rakyat menjadi sarana berjualan terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Mendag juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Blora dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Blora, serta para pedagang yang telah bekerja sama dengan baik. “Sinergi yang baik antara berbagai pihak telah menjadikan proses revitalisasi Pasar Banjarejo berjalan lancar dan proses pemindahan berjalan damai tanpa konflik,” imbuhnya.

Pasar Banjarejo dibangun melalui Dana Tugas Pembantuan dengan pagu anggaran sebesar Rp4 miliar. Pasar ini mampu menampung 341 pedagang serta memiliki 41 unit kios dan 171 lapak. Pasar ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti lahan parkir yang luas dan juga area bongkar muat. Pasar Banjarejo merupakan salah satu pasar rakyat yang dibangun pada 2019 dan termasuk dalam program Nawa Cita Presiden Joko Widodo tahun 2014—2019 yang mencanangkan pembangunan/revitalisasi 5.000 pasar rakyat.

Sampai dengan akhir tahun 2019, target pembangunan/revitalisasi pasar rakyat sebagai amanat Nawa Cita telah tercapai, yakni sebanyak 5.287 unit pasar rakyat. Selain melakukan pembangunan pasar rakyat secara fisik, Kementerian Perdagangan juga melakukan revitalisasi nonfisik untuk meningkatkan citra dan merubah persepsi negatif masyarakat terhadap pasar rakyat. Pasar rakyat kini menjadi pasar bersih, nyaman, tertib ukur, dan higienis.

Mendag menyampaikan, pasar rakyat merupakan salah satu wadah yang berperan penting untuk memperlancar arus barang antar wilayah khususnya kebutuhan barang pokok masyarakat.

“Selain itu, di tengah pesatnya pembangunan pasar modern, pasar rakyat tetap memiliki keunggulannya tersendiri, yaitu harga yang terbentuk dalam bertransaksi merupakan hasil dari proses tawar menawar,” jelasnya.

Pasar rakyat selain sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat di Indonesia juga memiliki kedekatan dengan aspek sosial dan budaya masyarakat setempat. Kedua aspek tersebut menjadi nilai unik tersendiri dari pasar rakyat. Sehingga, kedudukan pasar rakyat masih tetap penting dan menyatu dalam kehidupan masyarakat.

“Semoga Pasar Banjarejo yang sudah terbangun ini dapat dipelihara dengan baik secara berkelanjutan. Sehingga, dapat memberikan kenyaman kepada para pengujung serta para pedagang, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora,” imbuh Mendag.

Selain melakukan peresmian Pasar Banjarejo, Mendag juga melakukan pemantauan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Sido Makmur sekaligus melaksanakan operasi pasar gula pasir dan minyak goreng. Hasil pemantauan menunjukkan harga dan pasokan bapok di pasar tersebut relatif stabil dan terkendali.

Tercatat per 28 Januari 2020, harga beras Rp8.000—8.500/kg, minyak goreng curah Rp11.250/liter, minyak goreng kemasan Rp13.000/liter, cabai merah keriting Rp25.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, bawang merah Rp25.000—30.000/kg, dan telur ayam ras Rp20.000—21.000/kg.

Sementara itu, pada operasi pasar, Kementerian Perdagangan menyediakan 3 ton gula pasir yang dijual seharga Rp11.500/kg dan 3.000 liter minyak goreng dengan harga Rp10.500/liter. Operasi pasar ini ditujukan kepada masyarakat sekitar Pasar Sido Makmur dengan maksimal penjualan 2 kg gula pasir dan 2 liter minyak goreng per konsumen.

Operasi pasar terlaksana atas kerja sama Kementerian Perdagangan dengan Pemerintah Kabupaten Blora dan PT Adikarya Gemilang.

Dalam kunjungan kerjanya, Mendag juga menyerahkan bantuan sarana perdagangan secara simbolis berupa 450 unit gerobak dagang, 115 unit rombong motor, 125 unit tenda dagang, dan 290 unit kotak pendingin. Bantuan diberikan kepada 18 Bupati/Walikota dari Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.

Penyerahan bantuan ini merupakan bukti keberpihakan Pemerintah Pusat terhadap usaha mikro kecil untuk meningkatkan kinerja perdagangannya. Selain itu, sebagai upaya mendorong tumbuhnya pusatpusat kuliner di berbagai wilayah. Pemberian bantuan ini diharapkan menjadi stimulus bagi Pemerintah Daerah untuk mendukung pemberdayaan usaha mikro untuk terus berkembang.

Kementerian Perdagangan juga mendukung rencana beberapa Pemerintah Daerah yang akan merelokasi para pedagang kecil ke area yang baru dan lebih higienis yang tentunya ditunggu-tunggu para pedagang. “Pemberian sarana perdagangan merupakan langkah awal untuk mendorong pedagang kecil menjadi pelaku usaha menengah untuk kemudian kami bantu lagi dari tingkat menengah menjadi pelaku usaha besar. Inilah wujud nyata upaya Kementerian Perdagangan menjalankan amanat Presiden untuk menjunjung ekonomi kerakyatan,” pungkas Mendag. (ray)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *