Para Menteri Ekonomi ASEAN Sepakati Hanoi Plan of Action

Jumat, 5 Juni 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga mewakili Menteri Perdagangan sebagai ASEAN Economic Minister (AEM) untuk Indonesia, menghadiri pertemuan The Special ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Virtual Conference Meeting on COVID-19 Responses, Kamis (4/6).

Pertemuan ini membahas upaya bersama negara ASEAN dalam menghadapi pandemi COVID-19
dan merupakan tindak lanjut dari kesepakatan para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dalam
Declaration of the Special ASEAN Summit on Coronavirus Disease 2019 dan pertemuan AEM
terdahulu yang menghasilkan AEM’s Statement on Strengthening ASEAN’s Economic Resilience in
Response to the Outbreak of COVID-19.

“Indonesia bersama para Menteri Ekonomi ASEAN berkomitmen menggali mekanisme guna
menjaga konektivitas rantai pasok dan memastikan kelancaran arus perdagangan barang-barang
penting (essential products) di kawasan Asia Tenggara, khususnya yang terkait penanganan
pandemi COVID-19,” ujar Wamendag Jerry.

Para Menteri Ekonomi ASEAN turut menyepakati ‘Hanoi Plan of Action on Strengthening ASEAN
Economic Cooperation and Supply Chain Connectivity in Response to the Covid-19 Pandemic’.
Kesepakatan tersebut memuat langkah-langkah kerja sama di bidang fasilitasi perdagangan
barang-barang penting (makanan, obat-obatan, peralatan medis, dan produk-produk terkait
lainnya), serta fasilitasi produksi serta akses terhadap obat-obatan dan vaksin COVID-19 melalui
penguatan konektivitas rantai pasok.

Hanoi Plan of Action ini diharapkan mampu mendorong negara anggota ASEAN lebih proaktif
mengimplementasikan langkah konkret seperti penggunaan Affixed Signature and Stamp (ASnS)
untuk mempertahankan kelancaran arus perdagangan di tengah kebijakan social-distancing,
mengoptimalkan ASEAN Single Window sebagai platform pertukaran dokumen administrasi
perdagangan, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi digitalisasi dan Revolusi Industri 4.0
dalam menghadapi the new normal.


“Kunci untuk mempertahankan jaringan produksi dan arus keluar-masuk barang dan jasa terletak
pada kesungguhan seluruh negara ASEAN untuk memanfaatkan teknologi informasi”, tegas
Wamendag.

Dalam kesempatan ini, para Menteri Ekonomi ASEAN saling bertukar informasi dan praktik terbaik
mengenai kebijakan ekonomi di masing-masing negara untuk menanggulangi dampak negatif
pandemi COVID-19. Para Menteri juga menyambut baik usulan kerja sama dari ASEAN Business
Advisory Council (ASEAN-BAC) yang akan diwujudkan melalui Joint Statement on COVID-19 by
ASEAN Business Advisory Council and Joint Business Council (JBC) and Partners Sector Champions.
Pemerintah dan pelaku usaha ASEAN berkomitmen untuk bekerja sama dalam menangani
pandemi COVID-19, termasuk upaya memitigasi dampak negatif pada bidang sosial dan ekonomi.

Beberapa sektor usaha di ASEAN yang terkena imbas negatif dari pandemik COVID-19 di antaranya
bidang usaha perjalanan; barang-barang penting dan rantai pasokan terkait; layanan medis; dan
alat digital.

Wamendag mendorong semua negara untuk bekerja sama menahan dan menghentikan
penyebaran COVID-19. “Pemerintah Indonesia memprioritaskan perlindungan kesehatan
masyarakat dengan tetap menjaga agar rantai produksi dan distribusi barang penting, baik di
dalam maupun ke luar negeri, tetap berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (dya)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *