Indef: Pemberian Stimulus Ekonomi Baru Terasa Triwulan IV 2020

Selasa, 9 Juni 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Pemberian berbagai stimulus oleh pemerintah diperkirakan baru akan memberikan dampak untuk pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2020, kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad

“Kemungkinan dampak stimulus akan terasa pada triwulan IV-2020 atau awal 2021,” katanya, Senin (8/6).

Tauhid mengatakan stimulus belum akan memberikan dampak pada triwulan III-2020 karena yang sudah berjalan baru stimulus untuk mendukung konsumsi masyarakat seperti melalui PKH, sembako, bantuan sosial, Kartu Prakerja, dan sebagainya.

“Jumlahnya juga relatif sedikit dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Sementara yang untuk perbankan, UMKM, dan sebagainya memang sudah ada komitmen pemerintah tapi dananya belum ada,” ujarnya.

Selain itu ia menuturkan pemberian stimulus juga tidak langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi karena baru akan terasa sekitar dua sampai tiga bulan setelah stimulus tersebut direalisasikan.

“Kalau stimulusnya diberikan sekarang biasanya tidak langsung berdampak pada ekonomi, karena baru akan terasa pada dua sampai tiga bulan sehingga pada triwulan III belum menggembirakan,” jelasnya.

Ia memprediksikan perekonomian pada triwulan II-2020 akan mengalami kontraksi yang sangat dalam yaitu 0,69% atau bisa tumbuh positif tapi hanya berada di level 0,12%.

“Triwulan II itu -0,69%. Bisa positif tapi rendah yaitu 0,12%  karena ada PSBB dan sebagainya,” ujarnya.

Ia melanjutkan untuk pertumbuhan ekonomi pada triwulan III juga masih relatif rendah meskipun konsumsi masyarakat mulai meningkat seiring adanya penerapan normal baru atau new normal.

“Triwulan III relatif rendah karena konsumsi masyarakat mulai meningkat tapi yang lain seperti investasi, ekspor, dan impor belum terjadi,” katanya.

Sementara itu, menurut Tauhid, untuk pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV akan mulai ada perbaikan sejalan dengan dampak pemberian stimulus yang mulai terasa.

“Walaupun ada naik tapi volumenya akan menurun dibanding triwulan II dan triwulan III sehingga untuk 2020 masih tetap negatif pertumbuhannya di kisaran minus 0,26 persen,” katanya. (ki)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *