Mencatat Rekor Penjualan Tertinggi, ORI017 Menjadi Investasi Favorit Masyarakat Saat Pandemi

Selasa, 14 Juli 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atas nama Menteri Keuangan, Senin (13/7), telah melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI017 dengan total volume pemesanan pembelian ORI017 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp 18,336 triliun.. Dana hasil penjualan ORI017 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020, termasuk untuk program penanggulangan dan pemulihan dampak pandemi Covid-19.

“Walaupun ORI017 ditawarkan di tengah kondisi pandemi yang penuh ketidakpastian, animo masyarakat untuk berinvestasi di ORI017 sangat tinggi. Hal ini terbukti dari ORI017 yang memecahkan rekor penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel tertinggi sejak dijual secara online di tahun 2018, baik secara nominal, jumlah total investor maupun jumlah investor baru,”bunyi keterangan resmi Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Senin.

Tingginya animo masyarakat tersebut dipengaruhi berbagai aspek, antara lain: (i) Aspek keamanan karena ORI merupakan produk investasi yang diterbitkan Pemerintah sehingga terjamin pembayaran pokok dan kuponnya serta ditawarkan dengan imbal hasil yang menarik; (ii) Aspek kenyamanan karena di tengah kondisi pembatasan sosial, proses pemesanan ORI017 yang dapat dilakukan secara online; dan (iii) Aspek kepedulian sosial sebagai bentuk dukungan masyarakat untuk bergotong-royong bersama Pemerintah mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Selain sebagai sumber pembiayaan APBN, penerbitan ORI017 sebagai bagian dari SBN ritel juga ditujukan sebagai upaya untuk menumbuhkan budaya berinvestasi sekaligus mewujudkan kemandirian dalam pembiayaan negara. Upaya yang dilakukan Pemerintah sejak tahun 2006 ini menampakkan hasil yang menggembirakan.

Meningkatnya kesadaran generasi muda untuk berinvestasi tercermin dari tingginya minat investor generasi milenial dan generasi Z (usia <20 tahun) pada penerbitan ORI017 kali ini. Tercatat jumlah investor terbesar yang membeli ORI017 berasal dari kelompok generasi Milenial, yaitu sebanyak 18.452 investor (43% dari total investor).

Selain itu, porsi investor dari kelompok generasi Z yang merupakan usia pelajar juga meningkat dibandingkan pada penerbitan ORI di tahun sebelumnya (1% di ORI017 vs 0,22% di ORI016). Data tersebut menumbuhkan optimisme bahwa dengan semakin banyaknya generasi muda yang berinvestasi di SBN, maka pasar SBN ke depannya akan semakin tumbuh dan sustainable karena basis investor di dalam negeri yang semakin kuat.

Selain hal-hal tersebut di atas, berikut merupakan capaian besar lainnya atas penjualan ORI017:

  1. Dari total investor ORI017 sebanyak 42.733 orang, porsi investor baru lebih dominan, yaitu 56% dari total investor atau sebanyak 23.949 orang.
  2. Seluruh kegiatan public outreach/campaign ORI017 dilakukan secara online, tanpa ada kegiatan tatap muka secara langsung.
  3. Tingkat keritelan ORI017 lebih baik jika dibandingkan dengan seri ORI sebelumnya yang dijual secara online (ORI016). Hal ini terlihat dari rata-rata pembelian ORI017 yang mencapai Rp429,1 juta, lebih rendah dari rata-rata pembelian ORI016 di Rp447,9 juta.
  4. Jumlah investor yang melakukan pembelian Rp1 juta sebanyak 2.002 orang, meningkat 123% dibandingkan dengan ORI016.

Adapun detil profil investor ORI017 adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah nominal pembelian investor baru sebesar Rp8,8 triliun (48% dari total nominal ORI017).
  2. Berdasarkan profesi, jumlah investor ORI017 didominasi Pegawai Swasta (15.778 investor/37%). Namun, secara volume didominasi oleh Wiraswasta (Rp8,3 triliun/45%).
  3. Berdasarkan generasi, volume pemesanan terbesar dilakukan oleh generasi Baby Boomers yang mencapai Rp7,4 triliun atau 41% dari total pemesanan ORI017.
  4. Sejak penerapan Single Investor Identification (SID) terdapat 18.784 investor yang membeli SUN Ritel lebih dari 1 kali (repeating investors). Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 investor bahkan tidak pernah absen membeli SUN Ritel termasuk ORI017.
  5. Sebaran jumlah investor ORI017 berdasarkan kelompok usia dan profesi yang lebih rinci adalah sebagai berikut:
   KelompokJumlah Investor (%)
   Usia*
 Generasi Z (>2000) / <20 tahun1%
 Generasi Milenial (1980 – 2000) / 20-40 tahun43%
 Generasi X (1965 – 1979) / 41-55 tahun31%
 Generasi Baby Boomers (1946 – 1964) / 54–74 tahun23%
 Generasi Tradisionalis (≤1945) / ≥75 tahun2%
   Profesi
 Pegawai Swasta37%
 Wiraswasta27%
 Ibu Rumah Tangga9%
 Pelajar/Mahasiswa7%
 PNS/ TNI/ Polri5%
 Pensiunan3%
 Pegawai Otoritas/Lembaga/BUMN/BUMD2%
 Profesional2%
 Lainnya8%


*Pembagian usia generasi mengacu pada Sprague (2008), Casey and Denton (2006)

sumber: Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan

Seperti halnya penerbitan SBN ritel online sebelumnya, pada penerbitan kali ini Mitra Distribusi (Midis) yang mendukung penjualan ORI017 terdiri dari bank umum, perusahaan efek serta perusahaan financial technology (fintech). Midis bank masih menguasai market share penjualan ORI017, baik dari nominal maupun jumlah investor masing-masing sebesar 98,5% dan 92,6%. Namun demikian, dari sisi jumlah investor, porsi midis fintech menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan pada penerbitan ORI sebelumnya yaitu dari 7,8% meningkat menjadi 11,9%. Rata-rata volume pemesanan terkecil juga berasal dari kelompok midis fintech yaitu sebesar Rp19,9 juta per pembelian ORI017.

” Semakin kecil rata-rata volume pemesanan SBN ritel menunjukkan tingkat keritelan yang semakin baik dan mencerminkan perkembangan yang positif atas upaya peningkatan inklusi keuangan,” demikian Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Berikut merupakan 25 Mitra Distribusi yang mendukung penjualan ORI017:

  1. Bank Umum
    1. PT Bank Central Asia, Tbk
    2. PT Bank CIMB Niaga, Tbk
    3. PT Bank Commonwealth
    4. PT Bank Danamon Indonesia, Tbk
    5. PT Bank DBS Indonesia, Tbk
    6. PT Bank HSBC Indonesia, Tbk
    7. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
    8. PT Bank Maybank Indonesia, Tbk
    9. PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
    10. PT Bank OCBC NISP, Tbk
    11. PT Bank Panin, Tbk
    12. PT Bank Permata, Tbk
    13. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
    14. PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk
    15. PT Bank UOB Indonesia
    16. PT Bank Victoria Internasional, Tbk
  2. Perusahaan Efek
    1. PT Bahana Sekuritas
    2. PT Danareksa Sekuritas
    3. PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk
    4. PT Mandiri Sekuritas
  3. Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology)
    1. PT Bareksa Portal Investasi
    2. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
    3. PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee)
  4. Perusahaan Financial Technology (Peer-to-Peer Lending)
    1. PT Investree Radhika Jaya
    2. PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) (rud)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *