One Year To Go Expo 2020: Kemendag Sambut Satu Tahun Jelang Expo 2020 Dubai

Jumat, 2 Oktober 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Expo 2020 Dubai merupakan momentum untuk mengingatkan kembali masyarakat dan menegaskan posisi Indonesia di kancah global sebagai upaya pemulihan pascapandemi Covid-19.

Perhelatan akbar yang sekiranya digelar dalam waktu dekat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA)
tersebut harus disesuaikan karena pandemi Covid-19 menjadi 1 Oktober 2021 hingga 31 Maret 2022. Expo 2020 Dubai merupakan World Expo ke-34 dan akan mengusung tema “Connecting Minds, Creating the Future”.

Hal itu diutarakan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam konferensi pers bertajuk “One Year to Go Indonesia Pavilion at Expo 2020 Dubai” yang digelar secara virtual dari auditorium Kemendag, Jakarta, Kamis (1/10). Turut hadir dalam acara tersebut Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri, Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis, dan perwakilan sponsor utama.


“Hari ini, kita bersama-sama menyambut “One Year To Go Expo 2020 Dubai”. Perhelatan tertua dan
terbesar dunia ini tengah bersiap untuk membantu membentuk dunia pascapandemi dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” jelas Mendag Agus.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa partisipasi Indonesia pada Expo 2020 Dubai merupakan bagian dari upaya peningkatan promosi citra, perdagangan, pariwisata, dan investasi Indonesia, khususnya di wilayah Timur Tengah dan dunia pada umumnya.

“Presiden meminta kami untuk menangkap peluang promosi potensi ekonomi Indonesia melalui Expo 2020 Dubai. Ajang tersebut dapat dijadikan hub untuk membangun jembatan ekonomi dengan negara-negara di Timur Tengah dan Afrika sebagai emerging economy,” ujar Mendag.
Partisipasi Indonesia pada Expo 2020 Dubai, lanjut Mendag, merupakan wujud Indonesia Incorporated.

Pemerintah dan pihak swasta bersama-sama bergandengan dan bahu-membahu mendukung kesuksesan partisipasi Indonesia pada gelaran tersebut. PT Astra International Tbk merupakan pihak yang menyatakan dukungan kali pertama dalam keikutsertaan Indonesia pada Expo 2020 Dubai. Selanjutnya, dukungan lain datang dari PT Gajah Tunggal Tbk, Grup APRIL, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).


Chief of Corporate Affairs Astra International Riza Deliansyah mengatakan, Astra senantiasa berupaya memberikan manfaat untuk bangsa. Wujud nyata komitmen tersebut adalah dukungan Astra dalam World Expo 2020 Dubai. “Astra hadir menjadi sponsor utama Paviliun Indonesia untuk ikut serta mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Pagelaran ini menjadi momentum Indonesia untuk membangun citra positif dan meningkatkan kesadaran dunia akan potensi Indonesia di bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi,” kata Riza.

Sementara itu, Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri menekankan, partisipasi Indonesia di Expo 2020 Dubai sangat penting bagi UEA. Paviliun Indonesia diyakini dapat menjadi rumah bagi keberagaman dan inovasi. Selain itu, juga menjadi peluang menciptakan masa depan yang lebih baik dengan memadukan teknologi modern dan kearifan lokal.

Dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Kasan juga
menjelaskan, desain Paviliun Indonesia akan memadukan unsur futuristik dengan berbagai motif
tradisional. Paviliun Indonesia terletak di jalur utama yang strategis, yaitu di distrik Opportunity. Paviliun Indonesia dibangun dengan luas 3.000 m2 di atas lahan seluas 1.860 m2
.
“Paviliun Indonesia terdiri dari tiga lantai dan setiap lantainya memiliki cerita yang berbeda-beda, tapi saling terkait dan berkelanjutan. Semua dikemas menghibur, interaktif, dan futuristik. Paviliun ini menjadi wajah Indonesia masa depan berfondasikan berbagai inovasi, teknologi, dan tetap selaras dengan berbagai kearifan lokal bangsa,” papar Kasan.

Lantai pertama Paviliun Indonesia bertema “To Build World A New” memberikan gambaran tentang
Indonesia dalam kemasan “Connecting Yesterday-Today-Tomorrow” dengan menampilkan sekilas sejarah, masa kini, dan masa depan Indonesia. Lantai kedua menampilkan berbagai inovasi dan konsep Indonesia Emas 2045 bertema “Celebrating You, Me Together We Transform The Future”.

Selain menampilkan instalasi mutakhir, lantai ini juga memiliki studio bioskop layar lebar berkualitas tinggi untuk memutar film pendek mengenai bagaimana Indonesia menciptakan masa depan bervisi global dengan tetap berlandaskan kearifan lokal.

Pada akhir cerita di lantai dasar Paviliun Indonesia, pengunjung disajikan suasana yang kental dengan berbagai keragaman budaya, keramahan, dan kehangatan khas masyarakat Indonesia bertema “Welcome to Majestic Land of Diversity”.

“Dengan mengunjungi Paviliun Indonesia, pengunjung dapat merasakan ‘Home of Diversity, A Feeling of Tomorrow’ yang juga menjadi tema keseluruhan Paviliun Indonesia. Pengunjung juga dapat merasakan Indonesia sebagai rumah yang indah bagi seluruh manusia dari berbagai belahan dunia untuk dapat menikmati hidup, belajar, dan meningkatkan kualitas hidup menuju kebahagiaan. Rumah yang akan selalu menyambut dengan keramahan, kearifan lokal, serta inovasi untuk bersama menciptakan masa depan,” jelas Kasan.

Kasan juga menyampaikan harapannya agar sinergi, dukungan, dan kerja sama dari berbagai pihak, yaitu kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pihak swasta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, asosiasi, media, serta seluruh masyarakat Indonesia dapat terus berjalan untuk lebih mempromosikan kehadiran Indonesia di perhelatan Expo 2020 Dubai.

Dalam acara tersebut, Mendag Agus juga meluncurkan logo dan maskot Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai sebagai identitias visual. Logo dan maskot tersebut terpilih melalui kompetisi logo dan maskot Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai dengan mengundang partisipasi komunitas desainer grafis di Indonesia.

Logo Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai merupakan hasil karya Budi Sriherlambang dari Universitas Bina Nusantara, sedangkan Maskot Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai merupakan hasil karya Daru Redono dari Asosiasi Designer Grafis Indonesia Chapter Malang.

Insipirasi logo berasal dari gugusan pulau yang membentang dari utara—selatan dan timur—barat,
menyatu dalam negara kesatuan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Rancangan logotype terinspirasi dari keberagaman alam, flora, fauna, budaya, etnis, suku, dan potensi yang ada. Logotype ditampilkan menyambung menjadi satu dengan olah detail bentuk yang ramah dan modern.

Sementara itu, maskot Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai yang diberi nama “Panca” terinspirasi dari angka lima dari Pancasila dan lima elemen alam, yaitu api, tanah, logam, air, dan kayu. Panca adalah maskot duta Indonesia untuk luar negeri yang bertugas menjalin kerja sama dan berinovasi menyelesaikan isu global.

Logo IDN di dada Panca merupakan tiga kata kode untuk Indonesia. Sedangkan, pola batik di tubuh Panca merupakan ciri khas negara Indonesia. Keduanya terpilih berdasarkan penjurian akhir dari lima finalis karya logo dan tiga finalis karya maskot Februari lalu. Perlombaan terbatas logo dan maskot itu sendiri diikuti oleh 30 logo dan 22 maskot yang
dikirimkan oleh 17 desainer professional dari Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) dan 24 kampus anggota Asosiasi Program Studi DKV Indonesia.

Dewan juri Lomba Logo dan Maskot Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai diketuai perwakilan dari
akademisi; mantan Rektor Institut Kesenian Jakarta Dr. Wagiono Sunarto, Msc; Direktur Jenderal
Pengembangan Ekspor Nasional atau Commisioner General Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai (dijabat Dody Edward saat itu); Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yuana Rochma Astuti; perwakilan dari profesi desainer grafis Danton Sihombing; General Manager Corporate Communication PT Astra International Tbk sebagai perwakilan pihak sponsor Paviliun Indonesia Boy Kelana Soebroto; dan perwakilan dari praktisi Djojo Gozali.

World Expo adalah acara tertua dan terbesar di dunia yang digelar lima tahun sekali. Perhelatan paling bergengsi tingkat dunia ini selalu diikuti hampir semua negara untuk menampilkan potensi, inovasi, dan gagasan-gagasan untuk saling bekerja sama. Kini, World Expo menjadi upaya kolaboratif negara-negara di dunia dalam memecahkan masalah global. World Expo juga merupakan wadah untuk mendiskusikan tantangan global serta upaya mencari solusi dari perspektif bisnis, sains, dan budaya. Indonesia sudah beberapa kali berpartisipasi sejak 1964 di New York, Amerika Serikat.

UEA sebagai hub atau penghubung negara-negara kawasan dan seluruh dunia mencerminkan berbagai potensi yang dapat dicapai melalui kolaborasi dan kemitraan. UEA merupakan mitra dagang utama ke-2 Indonesia setelah Arab Saudi untuk kawasan Gulf Cooperation Council (GCC).

Selain itu, UEA merupakan negara tujuan ekspor ke-21 dan negara sumbe rimpor ke-15 bagi Indonesia.

Dalam lima tahun terakhir (2015–2019), tren total perdagangan Indonesia-UEA mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,47%. Total perdagangan Indonesia-UEA, baik migas maupun nonmigas, mencapai USD 3,65 miliar pada 2019.

Pada Januari–Juli 2020, total perdagangan Indonesia-UEA mencapai USD 1,69 miliar.
Sementara total perdagangan Indonesia-UEA pada 2019 mencapai USD 3,65 miliar. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia sebesar USD 1,47 miliar dan impor USD 2,18 miliar.
Ekspor Indonesia ke UEA pada 2019 (dalam juta USD) meliputi articles of jewellery (175,8); motor cars and other motor vehicles for transport of persons (158,8); palm oil and its fractions (125,6); paper and paperboard, uncoated (108,6); woven fabrics of synthetic filament yarn (103,2).

Sementara itu, impor Indonesia dari UEA pada (dalam juta USD) meliputi petroleum oils other than crude (809,4); semi-finished products of iron or non-alloy steel (461,5); petroleum gases (432,4); unwrought aluminium (102,1); petroleum oils crude (89,5); polymers of propylene (50,5); acyclis hydrocarbons (39,2); polymers of ethylene (32,5).

Investasi UEA di Indonesia pada 2019 sebesar USD 69,7 juta yang terdistribusi ke dalam 102 proyek. Sektor utama investasi UEA adalah sektor pertambangan; tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan; industri kayu, industri kimia dan farmasi; industri makanan; hotel dan restoran; jasa lainnya; serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran. (rud)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *