Dana Abadi Indonesia Lebih Besar dari Temasek jika BUMN IPO

Rabu, 7 Oktober 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin menyatakan Indonesia berpotensi memiliki dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF) lebih besar dari Temasek Singapura jika seluruh BUMN melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).

“Saya ingin sampaikan, secara teoritis kita IPO kan seluruh BUMN yang ada dengan menggunakan standar ‘sales to ratio’ sebelum COVID-19, pemerintah akan memiliki Sovereign Wealth Fund yang lebih besar dari Temasek, apalagi kalau kinerja BUMN-nya lebih baik,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam diskusi Lemhannas secara virtual di Jakarta, Selasa (6/10).

Menurut dia, BUMN memiliki total aset sekitar Rp 8.000 triliun lebih dan pendapatan sebelum pandemi mencapai  Rp 2.400 triliun setahun.

“Kalau kita melihat Rp 2.400 triliun, kalau kita asumsikan semua BUMN di go public-kan dengan rata-rata sales to price ratio di masa normal BEI berkisar antara tiga atau empat kali, maka US$ 165 miliar dikalikan tiga saja sales price to ratio-nya sudah sekitar  US$480 milia,” paparnya.

Menurut dia, dengan valuasi sebesar 480 miliar itu maka setara dengan Temasek di Singapura, dan lebih dari Khazanah Nasional Berhad di Malaysia.

“Kita suka membanding-bandingkan BUMN dengan Temasek atau Khazanah, 480 billion itu mungkin setara dengan Temasek, dan pasti lebih besar dari Khazanah, itu sekelasnya SWF Abu Dhabi, Abu Dhabi Investment Authority,” kata Budi yang juga Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

SWF merupakan lembaga untuk mengelola dan menempatkan sejumlah dana atau aset negara.

Sumber dana pokok yang merupakan dana abadi tersebut bisa berasal dari dana APBN, aset BUMN, maupun penerimaan dari sumber daya alam seperti minyak dan gas atau dari sumber-sumber penerimaan lainnya yang sah. (ki)
 

Leave a Comment