Percepat Pemulihan Ekonomi ASEAN di Masa Pandemi Covid-19, Indonesia Dukung Kerja Sama Transformasi Digital dan Penanganan Hambatan Nontarif

Rabu, 11 November 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada Pertemuan ke-19 Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council) melalui konferensi video, Selasa (10/11).

Menurut Mendag, pada pertemuan tersebut, Menko Airlangga menekankan pentingnya komitmen
seluruh negara ASEAN terhadap penguatan kerja sama pemulihan yang bersifat menyeluruh dari
pandemi Covid-19. Inisiatif pemulihan itu merupakan hasil keputusan KTT ke-36 ASEAN yang
berlangsung pada Juni 2020. Rencananya, kerangka kerja dan program pemulihan menyeluruh yang meliputi pilar politik dan keamanan, ekonomi, serta sosial dan budaya ASEAN akan dilaporkan dalam KTT ke-37 ASEAN.

Para menteri mencatat, kondisi pandemi telah mengakibatkan penurunan kinerja perekonomian di
Asia Tenggara dan membatasi intensitas kerja sama antarnegara dalam berbagai bidang. Untuk itu
Mendag Agus menyampaikan, saat ini merupakan momen yang tepat melakukan transformasi pada cara berusaha dan menjalankan proses produksi.

“Indonesia mendukung program pemulihan ekonomi di kawasan ASEAN dengan melaksanakan kerja sama transformasi digital dan mengimplementasikan penanganan hambatan nontarif perdagangan produk-produk barang esensial di kawasan ASEAN,” ungkap Mendag.

Mendag Agus melanjutkan, “Kondisi saat ini harus dipandang sebagai peluang mengembangkan
infrastruktur digital dan digitalisasi usaha guna meningkatkan peran ASEAN dalam rantai pasok
regional dan global. Program pemulihan ekonomi harus fokus pada kedua hal tersebut,” tegasnya.
Para menteri juga sepakat pelaksanaan prioritas dan pemulihan ekonomi tetap menjadi target utama

ASEAN, meskipun terdapat beberapa kegiatan yang penyelesaiannya tertunda karena pandemi
Covid-19. Selain itu, para Menteri juga mendorong adanya konsolidasi strategi ASEAN yang
melibatkan seluruh pilar Masyarakat ASEAN dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 (4IR).
“Kesungguhan seluruh negara ASEAN untuk melaksanakan program pemulihan dan bekerja sama
menghadapi 4IR merupakan kunci keberhasilan ASEAN untuk memulihkan perekonomiannya,”
tambah Mendag.

Setelah pertemuan, Mendag Agus bersama ASEAN Economic Ministers (AEM) dari negara-negara
anggota ASEAN lainnya menandatangani nota kesepahaman the Implementation of Non-Tariff
Measures on Essential Goods under the Hanoi Plan of Action on Strengthening ASEAN Economic
Cooperation and Supply Chain Connectivity in Response to the Covid-19 Pandemic (MoU on NTMs).

MoU ini merupakan inisiatif AEM untuk memulihkan perekonomian di ASEAN.
Mendag Agus menyatakan, negara-negara ASEAN sepakat untuk mengatur implementasi
penanganan hambatan nontarif selama masa pandemi Covid-19 guna memfasilitasi perdagangan
untuk produk-produk barang esensial di kawasan ASEAN. “Indonesia turut berpartisipasi dalam
melaksanakan langkah strategis ASEAN untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan memulihkan
perekonomian kawasan di pilar ekonomi melalui komitmen bersama penanganan hambatan nontarif barang esensial,” imbuh Mendag Agus.

Pada periode Januari–September 2020, berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Indonesia
dengan ASEAN menunjukkan peningkatan surplus dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya. Pada Januari–September 2019, surplus yang dicapai Indonesia hanya sekitar USD 1,7
miliar; namun, pada 2020 meningkat menjadi USD 4,4 miliar. Surplus tersebut merupakan yang
tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, kinerja ekspor Indonesia ke ASEAN mengalami
penurunan dari USD 31 miliar pada Januari–September 2019 menjadi USD 26,2 miliar pada periode yang sama tahun 2020. Impor Indonesia dari ASEAN juga mengalami penurunan dari USD 29,3 miliar menjadi USD 21,8 miliar. (dya)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *