Pandemi COVID-19 Momentum Dorong Transformasi Ekonomi Digital

Oleh sukri

Selasa, 25 Mei 2021

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pandemi COVID-19 sebaiknya dijadikan momentum untuk  mempercepat transformasi digital.

Menurut dia, inklusi finansial dan sistem pembayaran digital dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meloloskan diri dari jebakan pendapatan kelas menengah.

“Keberhasilan inklusi keuangan itu perlu komunitas, termasuk perusahaan teknologi (finansial), dan ini perlu didorong (dari sisi komunitas),” kata Airlangga, Senin (24/5).

Dia berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan bagi kebijakan transformasi ekonomi digital, terlebih dalam masa pandemi di mana telah terjadi perubahan kebiasaan masyarakat dari yang tadinya lebih banyak dilakukan secara fisik menjadi virtual.

Perusahaan rintisan (start-up) yang bergerak di bidang teknologi diharapkan menjadi salah satu penyokong dalam menyukseskan transformasi tersebut.

Komunitas digital berisi talenta-talenta digital pun merupakan faktor kunci dalam pelaksanaan transformasi digital. Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital dalam 15 tahun ke depan atau 600 ribu orang per tahun.

“Target Indonesia di 2045 salah satunya adalah lolos dari middle income trap. Dengan rata-rata PDB harus di atas 10 ribu dolar AS bisa dibilang lolos middle income trap,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut Airlangga menyampaikan Presiden Joko Widodo telah meluncurkan Program Literasi Digital Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital” sebagai sarana untuk mengembangkan kompetensi SDM digital.

Melalui gerakan tersebut diharapkan dapat mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif.

Ia juga berharap perusahaan yang bergerak di bidang digital dapat terus membantu upaya pengembangan ekonomi digital di Indonesia, antara lain dengan, mendorong peningkatan akses ke teknologi digital, mengembangkan keterampilan/literasi digital dan meningkatkan ketersediaan talenta digital.

Kemudian memfasilitasi peningkatan kualitas layanan digital, serta memperluas kesempatan bagi para pekerja informal dalam meningkatkan pendapatan mereka. (sr)

Silakan baca juga

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, BNPB Tambah Dukungan Dana Siap Pakai

Jalan Tol Binjai – Langsa Seksi Kuala Bingai – Tanjung Pura Segera Beroperasi

Kementerian PUPR Jajaki Kerja Sama dengan Finlandia dalam Pengembangan Smart City di IKN

Leave a Comment