OJK Beri Sanksi Administratif kepada Oknum yang Terlibat Kasus Pelanggaran PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk

Kamis, 22 Juli 2021

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (8/7), mengumumkan hasil pemeriksaan atas kasus PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) dan pihak terkait sebagai berikut:

  • PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) dikenakan Sanksi Administratif berupa Denda sebesar Rp 500 juta  atas pelanggaran sebagai berikut:
  1. Tidak melakukan pengungkapan terkait dengan akuisisi atau peningkatan kepemilikan pada PT Ranyza Energi dari 19% menjadi 80% pada Laporan Keuangan Tahunan per 31 Desember 2010 PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk.
  2. Penyajian nilai goodwill pada Laporan Keuangan Tahunan per 31 Desember 2010 PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk tidak sesuai dengan PSAK 22 paragraf 37, dimana pengukuran aset dan liabilitas teridentifikasi dalam proses akuisisi PT Ranyza Energi menggunakan nilai buku, bukan menggunakan nilai wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
  3. Melakukan pencatatan atas persentase kepemilikan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk pada PT Manunggal Power, baik langsung maupun tidak langsung, sebesar 47,5% yang seharusnya 49,99% pada Laporan Keuangan Tahunan per 31 Desember 2011 PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk.
  4. Tidak mengungkapkan hutang PT Manunggal Power kepada CDE International Pte. Ltd. sebesar Rp9.743.895.347,67 pada Laporan Keuangan Tahunan per 31 Desember 2011 PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  5. Tidak menyajikan dan mengungkapkan piutang CDE International Pte. Ltd. kepada PT Manunggal Power sebesar Rp254.355.365.347,37 pada tanggal 26 Agustus 2011 (sesuai dengan settlement agreement) menjadi Rp9.743.895.347,67 pada tanggal 31 Desember 2011 di Laporan Keuangan Tahunan per 31 Desember 2011 PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dan perubahan piutang tersebut tidak didukung dengan bukti mutasi di Laporan Arus Kas dan dokumen pendukung lainnya.
  6. Tidak melakukan penurunan nilai (impairment) atas piutang PT Ranyza Energi pada periode 31 Desember 2012.
  7. Tidak melakukan prosedur sesuai dengan yang diatur pada angka 2 huruf a Peraturan Nomor IX.E.2 terkait dengan Transaksi Material berupa pemberian pinjaman kepada PT Ranyza Energi pada periode 2008 yang nilainya sebesar 36,25% dari ekuitas PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk.
  8. Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Tengah Tahunan – Konsolidasian per 30 Juni 2017 PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk ditandatangani oleh Komisaris, bukan oleh Direktur Utama.
  9. Ketua Komite Audit PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk pada periode tahun 2013 dijabat oleh Komisaris Utama, bukan oleh Komisaris Independen.
  • Informasi yang dilansir di laman OJK, Kamis (8/7), mengungkapkan bahwa Direksi PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) juga mendapat sanksi sebagai berikut:
  1. Sidarta Sidik, selaku Direktur Utama periode tahun 2010 s.d. tahun 2013, dikenakan Sanksi Denda sebesar Rp 150 juta dan Perintah Tertulis berupa larangan untuk melakukan kegiatan di sektor Pasar Modal selama 5 tahun.
  2. Andre Purnawan (Direktur periode tahun 2010 s.d. tahun 2013), . Shi Hongchao (Direktur periode tahun 2010 s.d. tahun 2011), dan FX Agus Edyono (Direktur periode tahun 2010 s.d. tahun 2011), masing-masing dikenakan Sanksi Denda sebesar Rp 50 juta dan Perintah Tertulis berupa larangan untuk melakukan kegiatan di sektor Pasar Modal selama 5 tahun.
  3. Haposan Samosir (Direktur periode tahun 2012 s.d. tahun 2016), Markus Budi Susanto (Direktur periode tahun 2012, 2013, dan tahun 2016), Johannes Boyke (Direktur periode tahun 2014 s.d. 2015), Syaiful Bahri Harahap (Direktur Utama periode tahun 2014 s.d. 2016), dan Hadisunardi Oscar (Direktur periode tahun 2014 s.d. 2016), masing-masing dikenakan Sanksi Denda sebesar Rp 25 juta dan Perintah Tertulis berupa larangan untuk melakukan kegiatan di sektor Pasar Modal selama 2 tahun. (ray)

Leave a Comment