RI – Australia Bahas Penguatan Ekonomi Pascapandemi Covid-19

Oleh rudya

Kamis, 30 September 2021

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menerima kunjungan
Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Daniel Thomas Tehan MP di Kantor
Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (29/9). Dalam pertemuan tersebut,
Indonesia dan Australia bertekad meningkatkan nilai perdagangan dan investasi kedua negara dan
memberikan kontribusi positif, baik regional maupun multilateral dalam pemulihan ekonomi dunia
pasca-pandemi Covid-19.

“Kunjungan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan nilai perdagangan dan
investasi selepas implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership
Agreement (IA-CEPA) yang telah berlaku pada 5 Juli 2020. Pertemuan ini juga sebagai
upaya pemulihan ekonomi kedua negara pasca-pandemi COVID-19,” jelas Mendag Lutfi dalam
konferensi pers yang digelar usai pertemuan.

Kunjungan Mendag Dan Tehan merupakan kunjungan perdana ke Indonesia setelah dilantik pada
Desember 2020. Kunjungan tersebut sekaligus sebagai upaya mempererat hubungan kerja sama
ekonomi Indonesia dan Australia.

Selain implementasi IA-CEPA, sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut yaitu berbagai
isu perdagangan dan investasi dalam beberapa fora, yaitu proses ratifikasi Regional Comprehensive
Economic Partnership (RCEP) dan peningkatan ASEAN Australia New Zealand Free Trade Area
(AANZFTA). Selain itu, dibahas persiapan Organisation for Economic Co-operation and Development
(OECD) Ministerial Meeting serta isu-isu yang berkembang di G20, Asia-Pacific Economic
Cooperation (APEC), serta World Trade Organization (WTO).

“Secara umum, Indonesia dan Australia sepakat mempererat kerja sama kedua negara untuk saling
melengkapi. Indonesia dan Australia harus lebih berani dan kreatif dalam mengupayakan
pendekatan baru untuk meningkatkan pemulihan kedua ekonomi pasca pandemi,” terang Mendag
Lutfi.

Mendag Lutfi mengungkapkan, terdapat investasi penting di sektor pertambangan, kesehatan, dan
pendidikan tinggi. “Selain itu, IA-CEPA telah berjalan. Kami sampaikan juga bahwa pertemuan
pertama Joint Committee IA-CEPA yang merupakan forum untuk memonitor implementasi IA CEPA,
telah dilaksanakan pada 25 Agustus 2021 lalu,” jelas Mendag Lutfi.

Di sela kunjungan Menteri Dan Tehan, diselenggarakan Virtual CEO Roundtable yang melibatkan
para pelaku usaha Indonesia dan Australia di sejumlah sektor yang memiliki prospek kerja sama
yang potensial di antara kalangan bisnis di kedua negara, yaitu pendidikan, agrobisnis, pertanian,
kesehatan, pertambangan, dan energi terbarukan. Virtual CEO Roundtable ini juga merupakan
tindak lanjut kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Australia pada Februari 2020 lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Mendag Tehan juga menyampaikan, telah meluncurkan buku
‘Australian Blueprint for Trade and Investment with Indonesia’ sebagai panduan bisnis Australia
untuk berinvestasi di Indonesia.

Mendag Lutfi dan Menteri Tehan juga dijadwalkan bertemu dengan Menteri Koordinator
Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Sejumlah agenda yang dibahas dalam pertemuan
tersebut, di antaranya perkembangan dan potensi investasi Australia di Indonesia, terutama setelah
berlakunya IA-CEPA; UU Cipta Kerja; dan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik
(Online Single Submission/OSS).

Kemendag mencatat, nilai total perdagangan Indonesia dan Australia periode Januari—Juli 2021
sebesar USD 6,82 miliar. Ekspor Indonesia ke Australia pada periode tersebut tercatat sebesar
USD 1,36 miliar dan impor Indonesia dari Australia tercatat sebesar USD 2,69 miliar. Ekspor utama
Indonesia ke Australia antara lain peralatan televisi, kayu, pupuk, mesin, emas, dan pipa besi.
Adapun impor Indonesia dari Australia di antaranya gandum, batu bara, bijih besi, minyak bumi,
dan gula.

Pada sektor investasi, Australia merupakan sumber investasi asing langsung atau foreign direct
investment (FDI) ke-10 dengan nilai USD 348 juta dan 1.562 proyek di sektor pertambangan, industri
mesin, elektronik, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan pada 2020. (rdy)

Silakan baca juga

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, BNPB Tambah Dukungan Dana Siap Pakai

Jalan Tol Binjai – Langsa Seksi Kuala Bingai – Tanjung Pura Segera Beroperasi

Kementerian PUPR Jajaki Kerja Sama dengan Finlandia dalam Pengembangan Smart City di IKN

Leave a Comment