Lelang Sukuk Negara Serap Rp 5 Triliun

Kamis,  21 Oktober 2021

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara pada tanggal 19 Oktober 2021 untuk seri SPNS06042022 (reopening), PBS031 (reopening), PBS032 (reopening), PBS029 (reopening) dan PBS028 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia. Total penawaran yang masuk sebesar Rp 53,420 triliun dengan rincian sebagai berikut:

Keterangan Surat Berharga Syariah Negara
SPNS06042022 PBS031 PBS032 PBS029 PBS028
Jumlah penawaran yang masuk Rp9,010 triliun Rp10,5605 triliun Rp7,420 triliun Rp14,475 triliun Rp11,9545 triliun
Yield tertinggi yang masuk 3,50000% 4,40000% 5,00000% 6,71000% 7,16000%
Yield terendah yang masuk 2,76000% 4,06000% 4,83000% 6,30000% 6,92000%

sumber: Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan

Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara, Menteri Keuangan menetapkan hasil lelang sebagai berikut:

Keterangan Surat Berharga Syariah Negara
SPNS06042022 PBS031 PBS032 PBS029 PBS028
Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 2,76000% 4,08024% 4,84196% 6,30000% 6,92000%
Tanggal pembayaran imbalan Akhir Periode 15 Jan & 15 Jul 15 Jan & 15 Jul 15 Mar & 15 Sep 15 Apr & 15 Okt
Tingkat imbalan Diskonto 4,00000% 4,87500% 6,37500% 7,75000%
Tanggal jatuh tempo 6 April 2022 15 Juli 2024 15 Juli 2026 15 Maret 2034 15 Oktober 2046
Jumlah nominal dimenangkan Rp0,800 triliun Rp1,400 triliun Rp1,200 triliun Rp1,100 triliun Rp0,500 triliun
– Nominal kompetitif yang dimenangkan Rp0,400 triliun Rp0,980 triliun Rp0,840 triliun Rp0,770 triliun Rp0,350 triliun
– Nominal non-kompetitif yang dimenangkan Rp0,400 triliun Rp0,420 triliun Rp0,360 triliun Rp0,330 triliun Rp0,150 triliun
Bid-to-cover-ratio 11,26 7,54 6,18 13,16 23,91
Tanggal setelmen/penerbitan 22 Oktober 2021

sumber: Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan

“Total nominal yang dimenangkan dari kelima seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 5 triliun,” bunyi keterangan resmi Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. (rud)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *