ORI020 Laku Terjual Rp 15 Triliun

Selasa, 26 Oktober 2021

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) atas nama Menteri Keuangan, Senin (25/10),  telah melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI020 dengan total volume penerbitan sesuai dengan target awal yakni sebesar Rp 15 triliunDana hasil penjualan ORI020 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2021, termasuk untuk program penanggulangan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Penerbitan ORI020 tersebut merupakan penerbitan instrumen SUN ritel terakhir di tahun 2021.

Target penerbitan ORI020 lebih rendah dibandingkan dengan hasil penerbitan SBN ritel sebelumnya, yaitu ORI019 sebesar Rp26 triliun dan SR015 sebesar Rp27 triliun. Penurunan target tersebut dilakukan mempertimbangkan proyeksi penurunan kebutuhan pembiayaan APBN seiring membaiknya realisasi penerimaan negara, serta optimalisasi belanja negara dan pembiayaan non utang.

Dengan mempertimbangkan animo masyarakat yang cukup besar selama penerbitan SBN ritel di tahun 2021 dan relatif rendahnya target penerbitan ORI020, Pemerintah memutuskan masa penawaran ORI020 dibuat lebih pendek dari penerbitan SBN ritel sebelumnya, serta menurunkan batas maksimal pembelian ORI020. Jika sebelumnya SBN ritel dapat dibeli di nominal maksimal Rp3 miliar, maka untuk maksimal pembelian ORI020 turun ke Rp2 miliar. “Hal ini dilakukan agar lebih banyak masyarakat dengan dana investasi yang terbatas mendapat berkesempatan untuk berinvestasi pada ORI020,” bunyi keterangan resmi Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Senin.

Selain itu, dengan mempertimbangkan yield SBN di pasar sekunder yang cukup rendah serta likuiditas di pasar yang cukup ample, ORI020 ditawarkan dengan kupon terendah sepanjang sejarah penerbitan SBN ritel yaitu sebesar 4,95%. Namun demikian, masih tingginya minat masyarakat untuk membeli SBN ritel membuat target penerbitan ORI020 telah terpenuhi di tiga hari sebelum masa penawaran berakhir.

Pada penerbitan ORI020 kali ini, terdapat 30.053 investor yang berinvestasi ORI020, dimana 11.631 (38,7% dari jumlah total investor) merupakan investor baru. Investor ORI020 tersebar dari seluruh wilayah provinsi di Indonesia. Adapun ringkasan hasil pemesanan ORI020 adalah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan jumlah investor, berbeda dengan seri-seri sebelumnya, kali ini Generasi X mendominasi investor ORI020 dengan porsi sebesar 34,7%, namun secara nominal masih didominasi oleh generasi Baby Boomers (41,9%).
  2. Berdasarkan profesi, jumlah investor ORI020 didominasi Pegawai Swasta yaitu sebesar 31,4%. Namun secara nominal, investor yang berprofesi sebagai Wiraswasta masih mendominasi pemesanan ORI020 (41,8%).
  3. Berdasarkan gender, jumlah investor ORI020 didominasi investor wanita (59,1%). Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak SUN Ritel ditawarkan secara online. Apabila ditilik berdasarkan profesi investor, ibu rumah tangga menduduki peringkat tiga besar investor ORI020.
  4. Sejak penerapan Single Investor Identification (SID) terdapat 18.422 investor yang membeli SUN Ritel lebih dari 1 kali (repeating investors), atau sebanyak 61,3% dari total jumlah investor ORI020, dengan nominal pemesanan sebesar Rp10,14 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 investor bahkan tidak pernah absen membeli SUN Ritel.

Sebaran jumlah investor ORI020 berdasarkan kelompok usia dan profesi yang lebih rinci adalah sebagai berikut:

Jumlah Investor  (%)
Usia
1. Generasi Z (>2000) / <20 tahun  1%
2. Generasi Milenial (1980 – 2000) / 20-40 tahun 31,6%
3. Generasi X (1965 – 1979) / 41-55 tahun 34,7%
4. Generasi Baby Boomers (1946 – 1964) / 54–74 tahun 30,0%
5. Generasi Tradisionalis (≤1945) / ≥75 tahun 2,8%
Profesi
1. Pegawai Swasta 31,4%
2. Wiraswasta 31,1%
3. Ibu Rumah Tangga 12,1%
4. PNS/ TNI/ Polri 5,5%
5. Pelajar/Mahasiswa 3,4%
6. Pensiunan 4,6%
7. Pegawai Otoritas/Lembaga/BUMN/BUMD 1,8%
8. Profesional 2,7%
9. Lainnya 7,5%
sumber: Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan
*Pembagian usia generasi mengacu pada Sprague (2008), Casey and Denton (2006)

“Pada penerbitan ORI020 kali ini Mitra Distribusi (Midis) bank masih mendominasi penjualan ORI020, baik dari nominal maupun jumlah investor. Untuk kelompok non-bank, baik nominal penjualan terbesar dicapai oleh Perusahaan Efek dan jumlah investor terbesar dicapai oleh Perusahaan Fintech APERD,” demikian Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. (udy)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *