Lelang Sukuk Negara Serap Rp 4 Triliun

Rabu, 3 November 2021

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara pada tanggal 2 November 2021 untuk seri SPNS03052022 (new issuance), PBS031 (reopening), PBS032 (reopening), PBS029 (reopening) dan PBS028 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia. Total penawaran yang masuk sebesar Rp 48,697 triliun  dengan rincian sebagai berikut:

Keterangan Surat Berharga Syariah Negara
SPNS03052022 PBS031 PBS032 PBS029 PBS028
Jumlah penawaran yang masuk Rp8,665 triliun Rp8,9265 triliun Rp6,213 triliun Rp14,3963 triliun Rp10,4963 triliun
Yield tertinggi yang masuk 2,90000% 4,09000% 4,90000% 6,58000% 7,02000%
Yield terendah yang masuk 2,65000% 3,95000% 4,75000% 6,23000% 6,80000%

sumber: DItjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan

Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara, Menteri Keuangan menetapkan hasil lelang sebagai berikut:

Keterangan Surat Berharga Syariah Negara
SPNS03052022 PBS031 PBS032 PBS029 PBS028
Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 2,68000% 3,95418% 4,75992% 6,23000% 6,80000%
Tanggal pembayaran imbalan Akhir Periode 15 Jan & 15 Jul 15 Jan & 15 Jul 15 Mar & 15 Sep 15 Apr & 15 Okt
Tingkat imbalan Diskonto 4,00000% 4,87500% 6,37500% 7,75000%
Tanggal jatuh tempo 3 Mei 2022 15 Juli 2024 15 Juli 2026 15 Maret 2034 15 Oktober 2046
Jumlah nominal dimenangkan Rp0,300 triliun Rp0,650 triliun Rp0,850 triliun Rp1,500 triliun Rp0,700 triliun
– Nominal kompetitif yang dimenangkan Rp0,150 triliun Rp0,455 triliun Rp0,595 triliun Rp1,050 triliun Rp0,490 triliun
– Nominal non-kompetitif yang dimenangkan Rp0,150 triliun Rp0,195 triliun Rp0,255 triliun Rp0,450 triliun Rp0,210 triliun
Bid-to-cover-ratio 28,88 13,73 7,31 9,60 14,99
Tanggal setelmen/penerbitan 4 November 2021

sumber: Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan

“Total nominal yang dimenangkan dari kelima seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 4 triliun,” bunyi keterangan resmi Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa. (rud)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *