Aplikasi e-Faktur Versi 2.1 Sudah Tersedia

Jumat, 11 Mei 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –   Dalam rangka peningkatan kualitas layanan perpajakan bagi para Pengusaha Kena
Pajak, Direktorat Jenderal Pajak telah menyediakan aplikasi e-Faktur versi 2.1 yang dapat diunduh  mulai Rabu (9/5)   di alamat https://efaktur.pajak.go.id/aplikasi.

Penyempurnaan aplikasi e-Faktur ini memperbaiki beberapa kekurangan pada versi sebelumnya, termasuk  gagal impor data faktur yang berasal dari cabang pada aplikasi pusat;   tidak bisa melakukan retur faktur pajak sebelum berlakunya e-Faktur (Non Etax);  pajak
masukan yang terekam ganda pada saat melakukan penggantian, dan berhasil pada saat upload Faktur sehingga menyebabkan data di SPT ganda;  gagal cetak faktur pajak melalui aplikasi  client; dan  Heap Memory Space pada saat membuat file SPT karena data yang besar.

Fitur tambahan pada e-Faktur versi 2.1 ini termasuk field baru untuk memasukkan nomor identitas (NIK atau nomor paspor) dalam hal lawan transaksi tidak memiliki NPWP, serta  penambahan fungsi ekspor data Retur Dokumen Lain Pajak Keluaran dan Retur Dokumen Lain  Pajak Masukan. Fitur baru yang lain adalah penambahan validasi wajib pilih Restitusi atau Kompensasi pada saat pembuatan SPT PPN yang statusnya Lebih Bayar, serta fitur watermark “BATAL” atau “DIGANTI” pada saat download file PDF faktur yang telah dibatalkan atau diganti.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, penting untuk diketahui bahwa akan  dilakukan down-time pada aplikasi e-Nofa dan e-Faktur yang akan dimulai pada hari Senin tanggal  14 Mei 2018 jam 17.00 WIB sampai dengan hari Selasa tanggal 15 Mei 2018 jam 07.00 WIB.

Selama masa down-time tersebut Pengusaha Kena Pajak tidak dapat mengakses aplikasi  tersebut, terutama untuk pelayanan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak secara online dan  permintaan persetujuan (upload) e-Faktur.

“Aplikasi e-Faktur Desktop tetap dapat digunakan untuk  membuat SPT Masa PPN 1111,” kata Hestu Yoga Saksama, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Rabu.

Untuk memperbarui aplikasi e-Faktur ke versi 2.1, pengguna aplikasi diimbau untuk   melakukan back-up database (folder db yang sedang digunakan) guna mencegah  terjadinya kesalahan (corrupt database e-Faktur); dan  menyalin database (folder db) di aplikasi lama yang kemudian dipindahkan dalam  folder aplikasi e-Faktur terbaru. (udy)

 

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com