Bangsa Ini Butuh Sentuhan Kaum Ibu

 

 

Jumat, 22 Juli 2011

 

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Berbagai  tindak kekerasan  di masyarakat, baik berupa teror, perkelahian, dan tawuran, serta korupsi  dan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan, merupakan  akibat dari pergesean paradigma kehidupan di sebagian kalangan yang cenderung mendewakan kekuasaan, jabatan dan harta.

 

Wakil Presiden Boediono  menilai,    bangsa ini membutuhkan sentuhan kaum ibu dan perempuan  agar tidak semakin  terpengaruh oleh berbagai tindak kekerasan, korupsi  dan penyalagunaan  kekuasaan,

 

“Saya tidak melihat adanya perbedaan antara kehidupan sebuah keluarga dan kehidupan sebuah bangsa. Saya melihat bahwa kaum Ibu dan kaum perempuan dalam kehidupan suatu bangsa mempunyai peran serupa di kehidupan keluarga. Oleh sebab itu, saya sungguh mengharapkan kaum Ibu dan kaum perempuan Indonesia, khususnya seluruh jajaran BMOIWI (Badan Musyawarah Organisasi Islama Wanita Indonesia)  untuk memikirkan perannya dalam menebarkan kembali kasih sayang dan rasa saling percaya diantara anggota keluarga besar yang disebut bangsa Indonesia ini,” Wapres menjelaskan dalam pengarahan pada  pembukaan musyawarah kerja nasional (Mukernas)  Tahun 2011 BMOIWI, Jumat (22/7).

 

Boediono  yakin, banyak yang dapat dilakukan kaum ibu, baik pada tingkat keluarga, tingkat kampung, tingkat majelis taklim dan tingkat yang lebih luas lagi untuk membuat bangsa ini menjadi  bangsa yang harmonis dan   sakinah.

 

“Hati yang keras hanya bisa dilembutkan dengan hati yang lembut,” katanya.

 

Menurut Wapres,  kaum perempuan di Indonesia masih menghadapi banyak masalah, seperti

masih tingginya angka kematian ibu melahirkan, masalah gizi anak, kemiskinan, serta  cap Indonesia sebagai pengekspor tenaga kerja wanita  pembantu rumah tangga (PRT).

Sumber dari semua masalah itu, kata Wapres,  adalah masih rendahnya tingkat pendidikan para wanita Indonesia, serta masih belum meratanya akses pelayanan kesehatan bagi mereka.

 

“Kita menyadari, berbagai program yang dijalankan pemerintah belum sepenuhnya mampu menjawab berbagai tantangan  tersebut. Karena itu, kehadiran dan kepedulian organisasi-organisasi kemasyarakatan seperti muslimah yang tergabung dalam BMOIWI dapat dipastikan akan sangat membantu pemerintah di dalam mengakselerasi sasaran-sasaran peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga,”  dia memaparkan.

 

Boediono  menyatakan,   kementerian dan lembaga yang terkait  perlu   mencari titik-titik sinergi dan modus bekerjasama dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan, termasuk organisasi-organisasi muslimah.

“ Apabila ini dapat dilakukan dengan lebih efektif, hasilnya dan manfaatnya yang dirasakan oleh masyarakat akan berlipatganda,” ucapnya.

Menyinggung soal   tenaga kerja wanita (TKW), Boediono  menuturkan,  agar mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan mata pencarian yang layak, baik di luar maupun di dalam negeri, perlu upaya bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

 

“Mengingat organisasi muslimah anggota BMOIWI tersebar di seluruh pelosok tanah air, maka saya yakin dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang tinggi, BMOIWI akan dapat memberikan kontribusinya yang signifikan dalam upaya kita untuk mengatasi masalah ini,” harapnya. (ra)

 

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com