BBM di 12 Kabupaten Ini Sudah Satu Harga dengan Jabodetabek

Senin, 5 Juni 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Terhitung   1 Juni 2017, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di 12 kabupaten yang masuk wilayah pedalaman sudah sama dengan harga BBM di daerah lain, termasuk di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan sekitarnya.

“Masyarakat di 12 kabupaten tersebut sebelumnya membeli BBM dengan harga Rp. 8 ribu hingga Rp. 18 ribu per liter, tapi sekarang bisa beli dengan harga seperti di SPBU (Stasiun Pengisian Bahar Bakar Umum) Pertamina yaitu Rp. 6.450 per liter untuk Premium (BBM Khusus Penugasan), dan Rp. 5.150 per liter untuk Solar,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, Sujatmiko, Ahad.

Ke-12 kabupaten dimaksud adalah Kecamatan   Pulau-pulau Batu, Kabupaten   Nias Selatan, Sumatera Utara; Kecamatan   Siberut Tengah, Kabupaten   Mentawai, Sumatera Barat; Kecamatan   Karimun Jawa, Kabupaten   Jepara, Jawa Tengah; Kecamatan   Raas, Kabupaten   Sumenep, Jawa Timur ;  Kecamatan   Labuhan Badas, Kabupaten   Sumbawa, NTB;  dan  Kecamatan  Waingapu, Kabupaten   Sumba Timur, NTT.

Selanjutnya,  Kecamatan   Long Apari, Kabupaten   Mahakam Hulu, Kalimatan Timur;  Kecamatan   Wangi-wangi, Kabupaten   Wakatobi, Sulawesi Tenggara;  Kecamatan   Moswaren, Kabupaten   Sorong Selatan, Papua Barat ;  Kecamatan   Morotai Utara, Kabupaten   Morotai, Maluku Utara;  Kecamatan   Distrik Paniai Barat, Kabupaten   Paniai, Papua; dan  Kecamatan   Jagoi Babang, Kabupaten   Bengkayang, Kalimantan Barat

Menurut Sudjatmiko,   akan dibangun lembaga penyalur BBM di 150 titik pada 148 kabupaten. Sebanyak 54 titik akan dibangun pada tahun 2017, 50 titik tahun 2018, dan 46 titik di tahun 2019.

“Untuk tahun 2017, dari rencana sebanyak 54 titik, per tanggal 1 Juni 2017 telah beroperasi sebanyak 12 titik di 12 kabupaten. Bahkan pertengahan atau akhir Juni bisa bertambah lagi. BBM satu harga berjalan efektif dan terus mengalami kemajuan,” ungkap Sudjatmiko.

Program “BBM Satu Harga” di seluruh pelosok tanah air sebelumnya telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo  saat berkunjung ke Yahukimo, Papua, Selasa, 18 Oktober 2016.

Diakui Presiden, bila BBM satu harga akan merugikan pihak Pertamina. Namun ia menegaskan, untuk menghilangkan ketidak setaraan harga BBM, hal itu harus tetap dilakukan.

Presiden Jokowi meyakini, dengan menurunnya harga BBM dapat menurunkan banyak biaya keseharian di Papua, seperti  transportasi, harga makanan, dan logistik, sehingga masyarakat Indonesia di wilayah terpencil bisa mengejar ketertinggalannya.

“Saya menyadari Pertamina juga mengeluarkan biaya yang besar untuk mensubsidi angkutan ini. Tetapi saya kira Pertamina juga bisa mengkompensasi dari usaha lain di bidang migas, ada cross subsidi. Sehingga mewujudkan keadilan,” kata Presiden saat itu. (udy)

 

 

 

 

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com