Benarkah Ada Penjajahan di Ranah Cyber?

Jumat, 27 Agustus 2010

JAKARTA, MINDCOMMONLINE.COM — Ranah cyber Indonesia porak-poranda, demikian kesimpulan anggota Fraksi Partai Golkar di Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi, seperti dikutip Antara. Ia mengomentari mengenai kedaulatan ranah cyber yang direbut Singapura. Negara jiran ini menguasai teknologi informasi (TI) setelah satelit komunikasi yang sebelumnya dikuasai PT Indosat. Padahal, soal satelit komunikasi PT Indosat harus dipertanyakan: saat  satelit diluncurkan oleh Indosat itu milik siapa? Swasta atau pemerintahkah? Siapa yang dulu membiayai pembangunan dan peluncuran satelitnya? Bukankah tujuannya semata-mata untuk komersial? Untuk mencari keuntungan?

Fayakhun merasa sangat prihatin atas penjajahan pihak Singapura atas TI. Hal ini, menurut dia, sangat menyakitkan. Kondisi  kedaulatan ranah cyber atau TI secara keseluruhan benar-benar porak-poranda. Ia mengharapkan, agar masalah menjadi perhatian khusus sejumlah kementerian dan perguruan tinggi.

Keprihatinan itu setelah penguasaan berpindah tangan ke tangan Temasek, sebagai pemegang saham mayoritas Indosat. Padahal, demikian Fayakhun, hak orbit satelit merupakan milik suatu negara, bukan `corporate`.

Menurut sumber Mindcomonline.com, hal itu harus dipandang sebagai jual-beli saham. Sedangkan yang dipersoalkan anggota parlemen sudut pandang nasionalisme. Setelah dilakukan privatisasi, kata sumber ini, saham Indosat dibeli perusahaan asing. Semua berdasarkan aturan dan prosedur hukum yang berlaku. Pemilik saham lama yang menjual, dalam hal ini pemerintah, dapat uang pembayaran harga saham. Dari pembayaran tersebut, didapat keuntungan dari selisih harga perolehan dengan harga jual. Suatu hal yang wajar dalam usaha, katanya.

Menurut sumber ini, kalau mau bicara “penjajahan” maka saat penggunaan Blackberry yang server datanya ada di Kanada selayaknya dilarang.  “Bagaimana dengan satelitnya milik Google yang membuat google map? Jika kita mau membayar maka pengguna bisa melihat seluruh wilayah Indonesia dari langit. Jika di-zoom,  maka hari ini orang menggunakan baju apa saat berjalan kaki, mereka (milik Google) bisa tahu. Ini lebih parah dari apa yang mereka ributkan. Kita kalau perang sudah tak bisa sembunyi lagi,” katanya seraya tersenyum kecut. (a. ulfi)

Artikel Terkait:   Antisipasi Perubahan Global, Birokrasi Diminta "Berlari Cepat"

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com