Demi Arus Logistik, Dirjen Perla Dukung Integrasi Tol JORR

Senin, 9 Juli 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Perla) dukung rencana integrasi Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), guna melancarkan arus logistik keluar dan masuk kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub R Agus H Purnomo, Minggu (8/7), menjelaskan Tol JORR dapat mendukung efektivitas kelancaran arus barang menuju dan keluar pelabuhan Tanjung Priok, terutama bila dilihat dari kawasan industri di Timur Jakarta (Bekasi, Karawang, Cikarang, dan sekitarnya) melalui Tol Cikampek dan menyambung ke Tol JORR menuju Pelabuhan Tg. Priok, sehingga tidak masuk lagi ke dalam Tol Dalam Kota.

“Peningkatan `ship call` di Terminal New Port Container Terminal (NPCT) 1 dan letak gerbang yang berdekatan dengan jalan mengakibatkan peningkatan volume kendaraan, sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas. Karena itu , keberadaan Tol JORR ini sangat membantu dan efektif untuk kelancaran arus barang menuju dan keluar Pelabuhan Tanjung Priok,” katanya.

Dia menyebutkan, selama ini terindikasi bahwa supir truk menghindari masuk tol yang menuju dari dan/ke Pelabuhan Tanjung Priok (Tol Akses Priok) terutama di sekitar Bogasari/Airin.

Hal ini disebabkan oleh mahalnya tarif tol yang berlaku (Tol Ruas Kebon Bawang-Rorotan di mana tarif untuk truk golongan V sebesar Rp45.000, untuk jarak kurang lebih 15 kilometer) sehingga truk memilih tidak masuk tol melainkan melalui jalan arteri.

Keberadaan Tol JORR dapat mendukung arus logistik barang dan jasa di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kementerian Perhubungan telah mengirimkan surat kepada Kementerian PUPR meminta agar dapat meninjau kembali pemberlakuan besaran tarif tol ruas Kebon Bawang-Rorotan yang dikelola oleh PT Hutama Karya sehingga akan mendorong truk barang untuk menggunakan layanan Tol JORR untuk kelancaran arus barang masuk dan keluar pelabuhan Tanjung Priok.

“Diharapkan solusi ini juga dapat mengurangi kemacetan di jalan arteri sehingga dapat menambah kelancaran lalu lintas barang dan jasa,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Lollan Panjaitan telah melakukan sejumlah langkah konkret untuk mendukung mobilisasi dan kelancaran logistik sambil menunggu integrasi tol JORR.

“Langkah-langkah tersebut adalah dengan penataan pembatas dan akses di beberapa titik jalan, melakukan pengalihan kapal ke terminal lain dan membangun `buffer area` atau lahan penampungan truk seluas satu hektare yang dapat menampung 120 unit truk peti kemas ukuran 40 feet dan sebagian sudah dioperasikan sejak tanggal 23 Mei 2018 serta perluasan satu hektare area tambahan lagi yang menjadi pre-gate sebagai solusi letak gate masuk yang dekat dengan jalan raya,” ujar Lollan.

Lollan menyebutkan bahwa hasil evaluasi sementara dari beroperasinya sebagian lahan buffer area tersebut sudah dapat mengurai kemacetan yang mengarah ke Cilincing.

“Karena itu, jika integrasi Tol JORR dapat segera dilakukan tentunya arus logistik barang dan jasa akan semakin lancar dan dapat menekan biaya operasional truk barang sekaligus mengurai kemacetan di jalan raya sekitar Pelabuhan Tanjung Priok,” katanya. (ki)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com