Dolar AS Makin Perkasa, Tembus Rp 14.450

Rabu, 4 Juli 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) makin perkasa. Sejak kemarin terus menguat terhadap rupiah. Kemarin pagi, dolar berada pada kisaran Rp 14.428. Kemudian, penguatan berlanjut sampai siang hari di mana menembus level Rp 14.450.

Mata uang Paman Sam memang masih menguat berkalanjutan. Sudah hampir sepekan, nilai tukar dolar tak jauh dari Rp 14.400.

Bank Indonesia (BI) menyatakan siap meredam penguatan dolar tersebut. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan BI siap melakukan stabilisasi. Dia menuturkan, BI siap melakukan intervensi, baik di pasar valuta asing (valas) maupun pembelian surat berharga negara (SBN).

“Kami pastikan bahwa BI ini terus ada di pasar melakukan langkah-langkah stabilitas di pasar valas untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah baik melalui intervensi di pasar valas maupun juga pembelian SBN dari pasar sekunder,” kata Perry, di Jakarta, kemarin.

Perry melanjutkan, sejak hari ini pun BI sudah melakukan lelang SBN. Hal ini diharapkan dapat menambah pasokan dolar AS dan membuat rupiah stabil. “Sejak hari ini juga ada lelang dari SBN. Kita harapkan investasi masuk juga ke SBN dan itu juga menambah suplai dari dolar AS dan menstabilkan rupiah,” kata Perry menambahkan.

Selain itu, seperti diketahui BI mengambil langkah dengan menaikkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate menjadi 5,25% atau naik 50 basis poin (bps) dari 4,75% pada Jumat pekan lalu. Namun, ternyata belum cukup ampuh meredam gejolak dolar AS.

Analis keuangan menilai langkah BI menaikkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate justru bertolak belakang dengan keinginan pasar. Menaikkan suku bunga 50 bps justru kontra produktif. Kenaikannya terlalu besar.

BI cukup menaikkan bunga acuan 25 bps untuk mencegah pelemahan rupiah lebih besar, bukan untuk menguatkan rupiah dengan segera, ungkap Direktur Riset Center of Reform on Economy (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam, yang dikutip detik.com.

Pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS tidak hanya dirasakan rupiah, mata uang negara maju seperti euro dan poundsterling juga melemah terhadap The Greenback. (au)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com