Indonesia dan Jepang Percepat Penyelesaian General Review IJEPA

Senin, 13 Agustus 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –   Dalam rangka mempercepat penyelesaian General Review  Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (GR IJEPA), delegasi Indonesia dan Jepang  kembali bertemu untuk melanjutkan perundingan GR IJEPA melalui Pertemuan ke-8 Komite  Bersama (JCM-8) pada 8─10 Agustus 2018 di Tokyo, Jepang.

“Pertemuan JCM-8 di Tokyo ini merupakan perwujudan komitmen kedua negara untuk  melanjutkan sekaligus mempercepat penyelesaian GR IJEPA sebagaimana workplan yang telah  disepakati pada Pertemuan JCM-7 di Bali pada Maret 2018 lalu,” jelas Direktur Jenderal  Perundingan Perdagangan Internasional selaku Ketua Tim Perunding Indonesia untuk GR IJEPA,
Iman Pambagyo, belum lama berselang.

Rangkaian pertemuan JCM-8 ini dilaksanakan secara paralel dengan tujuh pertemuan Sub Komite,  antara lain perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, ketentuan asal barang (ROO),   perpindahan orang perseorangan (MNP), kerja sama dan pengadaan barang/jasa pemerintah,  serta pertemuan informal isu perbaikan lingkungan usaha dan peningkatan kepercayaan bisnis.

Iman menyatakan optimis bahwa peningkatan perdagangan dan investasi dua arah yang optimal  berdasarkan prinsip berkesinambungan dan saling menguntungkan dapat tercapai apabila GR  IJEPA ini dapat diselesaikan.

Upaya perluasan akses pasar produk potensial merupakan fokus utama  Indonesia dalam GR IJEPA khususnya pada sektor perikanan, industri, pertanian, dan kehutanan.

Selain itu, pada kesempatan ini, Indonesia menjelaskan proposal kerja sama baru kepada pihak  Jepang yang diharapkan bersifat “win-win” bagi kedua negara, diantaranya di bidang industri  manufaktur dan tekstil, UKM logam dan permesinan, pertanian, serta SDM tenaga kesehatan.

Dalam pertemuan ini, Indonesia juga membahas isu kelapa sawit dan memperjuangkan agar  sertifikasi kelapa sawit Indonesia atau Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dapat diakui oleh  Pemerintah Jepang.

Terkait pembahasan perdagangan barang, kedua delegasi membahas revised requests yang telah  dipertukarkan sebelumnya pada Agustus 2018. “Pertukaran revised requests yang telah dilakukan  Indonesia dengan Jepang merupakan perbaikan dari initial requests Indonesia sebelumnya yang  mencakup sejumlah pos tarif prioritas produk potensial Indonesia yang diharapkan dapat  memperoleh akses pasar yang lebih besar di Jepang dan disaat yang bersamaan diharapkan dapat mempercepat penyelesaian perundingan akses pasar perdagangan barang,” jelas Direktur  Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan sekaligus Ketua Tim Perunding Indonesia untuk  Perdagangan Barang GR IJEPA, Ni Made Ayu Marthini.
Dengan demikian, lanjut Made, diharapkan Jepang dapat memberikan akses pasar yang berarti,  kredibel, dan berimbang, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, yang dapat menguntungkan  bagi kedua negara.

Sementara itu, pembahasan pada Sub Komite Perdagangan Jasa meliputi perluasan dan  pendalaman komitmen kedua pihak di sejumlah sektor jasa. Sementara di Sub Komite  Perpindahan Orang Perseorangan, Indonesia juga memperjuangkan pengembangan penempatan  tenaga kerja Indonesia di Jepang, khususnya untuk membahas proposal Indonesia untuk  memperluas kesempatan/jabatan kerja di pasar Jepang di bidang industri pariwisata (hospitality).

Indonesia dan Jepang juga melanjutkan pembahasan dan bertukar pandangan terkait usulan  penyempurnaan perjanjian IJEPA di bidang investasi dan pengadaan barang/jasa pemerintah yang  dilakukan oleh masing-masing Sub Komite terkait. Untuk melanjutkan pembahasan, kedua negara  sepakat untuk melaksanakan Pertemuan Komite Bersama berikutnya pada bulan September 2018
di Indonesia.

IJEPA ditandatangani di Jakarta pada 20 Agustus 2007 dan berlaku efektif pada 1 Juli 2008.  Berdasarkan amanat pasal 151 Perjanjian IJEPA, Indonesia dan Jepang dapat melakukan General  Review implementasi dan operasionalisasi perjanjian pada tahun ke-5 sejak dimplementasikan.

Pertemuan awal (preliminary meeting) pembahasan General Review IJEPA dilaksanakan di Jakarta  pada 12 September 2014 dan pertemuan ke-7 dilaksanakan pada 28−30 Maret 2018 di Bali,  Indonesia. General Review IJEPA merupakan momentum yang baik untuk merundingkan kembali  perluasan akses pasar kedua negara, serta peningkatan kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Penyelesaian General Review IJEPA pada tahun 2018 diharapkan dapat menjadi salah satu capaian  di bidang ekonomi dalam peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang yang jatuh  pada tahun ini. (rud)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com