Indonesia Mampu Penuhi Kebutuhan Pangan Dunia

 

Kamis, 20 Oktober 2011

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Wakil Presiden Boediono mengatakan,  dengan pemanfaatan teknologi yang tepat dan pengelolaan sumber daya yang baik, Indonesia akan dapat menghasilkan pangan lebih dari yang dibutuhkan oleh penduduknya.

“ Indonesia akan mampu memberikan sumbangan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dunia.

Kuncinya adalah bagaimana kita mengelola sumber daya kita sebaik dan seproduktif mungkin,” Wapres menjelaskan dalam sambutan pada Peringatan Hari Pangan Sedunia XXXI di Gorontalo,  Kamis (20/10).

Pemerintah, dia melanjutkan,  menempatkan upaya untuk meningkatkan ketersediaan dan keamanan pangan pada prioritas yang sangat tinggi. Hal  itu  dilakukan demi kepentingan nasional, dan sekaligus juga demi kepentingan dunia.

“Indonesia harus aman di bidang pangan, sekarang dan seterusnya di waktu mendatang. Risikonya terlalu besar apabila kita puas dengan keadaan pangan yang pas-pasan, karena itu berarti kita akan selalu dihantui oleh kerawanan pangan, kerawanan ekonomi dan sosial,” dia menegaskan.

Menurut Wapres,  untuk pangan utama, seperti beras, gula, jagung, ikan, dan daging tidak hanya  harus swasembada, tetapi harus dapat menghasilkan surplus yang cukup sehingga tercipta sabuk pengaman atau bumper bagi terjaminnya keamanan pangan bagi bangsa  dalam keadaan apapun.

“Dan itu semua sepenuhnya dalam jangkauan kita apabila kita semua, jajaran pemerintah di pusat dan daerah, dunia usaha, perguruan tinggi dan para petani kita bekerja keras, sistematis dan terkoordinasi,” ucapnya.

Boediono mengingatkan,  untuk mencapai swasembada yang lestari bagi bahan-bahan pangan pokok, apalagi surplus pangan lestari, tidaklah mudah. Sebab diperlukan tekad kuat, kesungguhan dan kebersamaan   untuk melaksanakannya.

“Menurut pandangan saya, kunci utamanya adalah bagaimana kita dapat menyebarkan penggunaan teknologi yang tepat kepada para petani pangan kita,” katanya.

Dia menilai, riset dan pengembangan (R & D) di bidang pangan harus mendapat prioritas tinggi. Hasil-hasil riset itu harus dapat disalurkan tanpa hambatan kepada para petani yang bekerja di lapangan.

“Singkatnya, harus ada kegiatan riset yang efektif dan sekaligus harus ada sistem delivery hasil-hasil riset tersebut kepada para petani. Membangun sistem inovasi yang efektif di bidang pangan adalah pekerjaan besar dan harus kita mulai dari sekarang,” tutur Wapres.

Wapres menilai, sektor pertanian pangan  masih didominasi oleh kegiatan pertanian rakyat yang skalanya kecil tapi jumlahnya sangat banyak. Ciri khas dari sektor pertanian pangan  ini harus selalu menjadi pertimbangan penting setiap saat   mengambil keputusan kebijakan pangan.

Ciri khas ini, dia menuturkan,  harus dijadikan titik tolak dan sekaligus tujuan utama dari setiap kebijakan pangan.

“Strategi pangan kita harus mengambil tema sentralnya bagaimana kita dapat meningkatkan produktivitas petani-petani dengan lahan kecil dan jumlahnya banyak itu,”  dia menjelaskan.

Wapres mengingatkan, strategi peningkatan produksi pangan yang tidak bertolak dari peningkatan kemampuan pertanian rakyat, misalnya dengan jalan pintas melalui pembangunan besar-besaran perkebunan atau food estates dan mengabaikan pembangunan pertanian rakyat akan menimbulkan masalah sosial ekonomi yang serius nantinya.

Dia berpendapat, peningkatan produktivitas pertanian rakyat harus menjadi strategi dasar.  Sebab disini  dipadukan sasaran pertumbuhan dan pemerataan.

“Upaya kita untuk meningkatkan produksi pangan secara nasional berjalan bersamaan dengan upaya kita untuk menyebarkan manfaat kepada para petani kita. Tentu kita tidak boleh menutup kemungkinan dibangunnya food estates dan perkebunan besar yang seringkali sasarannya untuk pasar ekspor,” ungkapnya.

Wapres memandang usaha skala besar masih diperlukan. Tetapi kebijakan ini harus selalu disinkronkan  dan  harus mendukung  strategi dasar  yang mengandalkan pada  peningkatan produktivitas pertanian rakyat.

“Dualisme pembangunan pertanian beserta dampak-dampak sosial ekonominya yang buruk harus dihindari,” katanya. (ra)

 

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com