Ini Mushaf Alquran Hasil Sulaman Tangan untuk Presiden Jokowi

Kamis, 12 Juli 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –   Pengusaha Malaysia keturunan Tionghoa, Tan Sri Li Kim Yew,   memberikan mushaf Alquran yang panjang keseluruhannya mencapai 450 meter  kepada Presiden Joko Widodo, disela pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional II, MTQ Nasional VIII Antar Pondok Pesantren, Kongres V Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama,   di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7) 

“Mushaf ini pertama dan satu-satunya di dunia, hasil sulaman tangan selama tiga tahun, dari benang yang terbaik dan kain yang terbaik. 1 juz kainnya sepanjang 17 meter,” kata Utusan Presiden Untuk Dialog Peradaban, Din Syamsuddin, kepada wartawan yang hadir dalam acara tersebut.

Presiden Jokowi bersama Menteri Agama, Utusan Khusus Presiden Din Syamsudin, dan Tan Sri Li Kim Yew, membentangkan mushaf Al Quran, dalam pembukaan MTQ Internasional, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7) sore. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Agama, Utusan Khusus Presiden Din Syamsuddin, dan Tan Sri Li Kim Yew, membentangkan mushaf Alquran, dalam pembukaan MTQ Internasional, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7) sore. (Foto: OJI/Humas)

Menurut Din, penyerahan Mushaf ini bagi umat islam memiliki makna simbolik. Selain datang dari bukan orang muslim yang membiayai sulaman Alquran, ini juga menjadi pengakuan bahwa Presiden RI selain sebagai presiden negara yang mayoritas muslim di dunia, juga sebagai seorang pemimpin Islam.

“Mushaf ini pertama dan satu-satunya di dunia. Islam di Indonesia punya warna sendiri, Islam yang moderat sebagai jalan tengah yang berbeda dengan Islam di negara-negara lain,” kata Din Syamsuddin.

Sementara Tan Sri Li Kim Yew menyampaikan, Indonesia adalah negara yang sangat besar dan mayoritas berpenduduk muslim.

“Islam adalah agama terbaik di dunia. Alquran sebagai vitamin dan nutrisi jiwa yang tidak hanya bermanfaat bagi muslim, tapi juga nonmuslim,” tutup Tan Sri Li Kim Yew.

Penyerahan Mushaf Alquran itu disaksikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Utusan Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (rdy) 

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com