Jokowi: Jaga Stabilitas dan Harga Bahan Pokok Jelang Puasa

Selasa, 23 April 2019

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Berkaitan dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadan yang tinggal dua minggu lagi, Presiden Joko Widodo meminta jajaran kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian agar menjaga stabilitas dan harga bahan-bahan pokok.

“Meskipun ini sudah secara rutin kita lakukan tiap tahun, tapi perlu saya mengingatkan agar yang berkaitan dengan stabilitas ketersediaan harga-harga bahan pokok betul-betul dicek, betul-betul dikontrol agar tidak terjadi lonjakan-lonjakan harga,” tegas Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP), yang digelar di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4) pagi.

Dengan menjaga kestabilan ketersediaan dan harga bahan pokok, Presiden Jokowi berharap umat Islam di tanah air bisa menjalankan ibadah puasanya dan menyongsong Lebaran dengan tenang.

Penyerapan Anggaran

Sebelumnya pada awal arahannya, Presiden Jokowi menekankan agar belanja modal diperkuat, ditingkatkan. “Semua kementerian harus bisa memaksa organisasinya agar penyerapan anggaran itu betul-betul bisa direalisasikan,” ujarnya, dikutip laman Sekretariat Kabinet. .

Selain itu, Presiden Jokowi meminta agar belanja barang dikurangi sebanyak-banyaknya. Ia meminta  Menteri Keuangan agar menjaga hal ini hingga posisinya normal.

“Saya kira mungkin 2015, pakai patokan, bukan 2017. Enggak yang pas normal, yang pas normalnya di 2017, tolong betul-betul dipakai sebagai patokan dan dipaksa untuk masuk ke angka-angka itu,” tutur Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam SKP itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menperin Airlangga Hartarto, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Mentan Amran Sulaiman,  Menlu Retno Marsudi, Menkes Nila F. Moeloek, Menaker Hanif Dhakiri, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Jaksa Agung Prasetyo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala BIN Budi Gunawan. (rdy)

Artikel Terkait:   BI: Perlu Dibentuk Dua EFC Berbeda

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com