Kemudahan Perizinan di Era Digital Dengan Online Single Submission (OSS)

JUmat, 7 Desember 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –   Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali menyelenggarakan sosialisasi dan Bimbingan Teknis Online Single Submission (OSS) selama 2 (dua hari) pada tanggal 7-8 Desember 2018. Kota Anging Mammiri, Makassar, Sulawesi Selatan menjadi kota ke 3 (tiga) setelah Kota Medan dan Semarang dalam pelaksanaannya yang mendatangkan para pelaku usaha, dan perwakilan dari Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Indonesia bagian tengah dan timur. 

“Sistem  yang membuat proses perizinan menjadi lebih mudah ini menggunakan satu portal nasional, satu identitas perizinan berusaha (NIB), dan satu format izin berusaha (Izin Usaha dan  Izin Operasional/Komersial),” ucap Deputi Bidang Koodinasi Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bambang Adi Winarso, Jumat (7/12).
Bambang menambahkan, validasi data identitas pelaku usaha dalam tahap awal OSS dilakukan melalui konfirmasi ke sistem antara lain Direktorat Jenderal Administrasi Hukum  Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, dan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan.
“Kesemuanya itu, saling terintegrasi dengan Teknologi Informasi yang sudah berkembang pesat, sehingga dapat memudahkan para pelaku usaha” tambah Bambang.
Sebagai informasi, sejak diluncurkan tanggal 9 Juli 2018 Nomor Induk Berusaha yang sudah diterbitkan berjumlah 120.342 dengan rata-rata 885 per hari. Serta izin usaha dan izin komersial/operasional rata – rata per hari 974 dan 447.
Senada dengan Bambang, Munawaroh salah satu penerima manfaat dengan adanya sistem OSS ini. Menurut Lulu, sejak OSS diluncurkan, memangkas birokrasi yang panjang dan prosedur yang rumit.
“Tujuan setiap kebijakan tentu untuk kepetingan negara dan masyarakatnya. Dengan adanya OSS ini saya rasakan betul bagaimana kemudahan yang dirasakan. Kalau dulu mengurus perizinan masih konvensional sekarang sudah ke era digital. Sehingga mempercepat perizinan berusaha dan mempermudah pelaku usaha,” tutur Munawaroh.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, penyempurnaan sistem OSS masih terus dilakukan ditengah kendala yag ada seperti perubahan fitur dan tampilan sistem OSS sehingga memerlukan penyesuaian dari user (pelaku usaha). Selain itu, kompleksitas perizinan dan variasi permasalahan dalam melakukan standarisasi, memerluka penyempurnaan sistem secara berkelanjutan.
“Kendala dalam sistem OSS masih ada, namun kami akan terus menyempurnakan sistem ini,” imbuh Bambang.
Sebagai penutup Bambang menegaskan, pentingnya kerjasama antara Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, pemerintah daerah, serta para pelaku usaha dalam sistem OSS ini. “Dengan komitmen masing-masing pihak, tentu pelaksanaan OSS akan menjadi lancar dan kemudahan memulai usaha makin terwujud”, pungkasnya.  (udy)
Artikel Terkait:   Izin Baru Akan Diproses Melalui OSS

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com