Kesejahteraan Nelayan Berada di “ Lampu Kuning"

Rabu, 20 Januari 2016
Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan berada di “lampu kuning”. Untuk itu, diperlukan strategi jangka pendek untuk menjaga keberlanjutan penghidupan nelayan dan produksi pangan perikanan nasional sembari menunggu realisasi program jangka menengah dan panjang.

“Semester pertama 2016 adalah masa kritis bagi nelayan, karena itu harus ada program jangka pendek agar situasi tidak semakin sulit,” kata Wakil Sekjen Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Niko Amrullah, Rabu (20/1).
Niko mengapresiasi keputusan pemerintah dan DPR memperbesar proporsi APBN 2016 untuk program kesejahteraan nelayan. Pemerintah juga telah baik menambah anggaran untuk bantuan kapal, alat tangkap serta pelepasan benih ikan.

Namun, program tersebut baru akan terasa manfaatnya pada pertengahan bahkan akhir semester dua 2016. Padahal, melihat indikator Nilai Tukar Nelayan (NTN), Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi), maupun kredit macet (NPL) di sektor UMKM Perikanan di 2015, dapat disimpulkan bahwa kondisi kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan belum membaik di awal 2016.

DPW KNTI Jawa Timur mengusulkan strategi program jangka pendek yang bisa dilakukan misalnya mengakselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga ke nelayan skala kecil/ tradisional. Penyaluran tersebut dapat diimbangi dengan pendampingan dalam proses akses dan pengurusannya di desa-desa nelayan.

“KUR masih dirasa lebih rumit dibandingkan dengan jasa keuangan rentenir yang telah lama mengakar di desa-desa nelayan,” kata DPW KNTI Jawa Timur Misbachul Munir.
Di Puger misalnya, jangankan tanpa agunan, untuk mengakses kredit dengan agunan saja nelayan masih kesulitan. Ia pun berharap realisasi KUR untuk nelayan terus dibenahi. (mb)

Artikel Terkait:   Tingkat Bunga Penjaminan Turun 25 bps

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com