Koalisi, Berlanjut Atau Cukup Sampai Di Sini?

Rabu,  2 Maret 2011

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Setelah cukup lama menunggu,  publik akhirnya mendengar langsung sikap resmi  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas kisruh koalisi  di Kabinet Indonesia Bersatu II.

Banyak yang mengira  keterangan pers SBY  menyangkut reshuffle kabinet. Namun  ternyata tidak.    Dalam keterangan pers, Selasa (1/3), SBY   tidak mengumumkan   reshuffle, tapi  menyampaikan  pandangannya  soal  kelanjutan koalisi.

Berdasarkan evaluasi yang dia lakukan, SBY mengungkapkan ada sejumlah kesepakatan yang tidak ditaati, atau dilanggar oleh satu-dua partai politik. Kesepakatan itu terdiri dari 11 butir.

“ Pada saatnya kalau memang diperlukan akan saya jelaskan kepada publik, supaya semuanya terang, apa yang sebenarnya substansi dari kesepakatan itu,” janjinya.

Selain  evaluasi,  SBY   juga menerima berbagai pandangan, usulan, dan rekomendasi dari banyak pihak maupun masyarakat luas, yang merekomendasikan   untuk meninjau kembali koalisi itu agar  tidak membingungkan rakyat.
“Tentu saya sebagai ketua koalisi pada hakikatnya juga harus mendengar pandangan, masukan, dan saran dari semua partai-partai koalisi. Inti komunikasi saya adalah koalisi yang efektif sungguh diperlukan agar pemerintah ini dapat menjalankan tugas secara efektif pula. Tugas pemerintah tidak ringan, pemerintahan itu bukan hanya stabil tapi juga kohesif, kemudian efektif sehingga semua kebijakan dan program-programnya dapat dilaksanakan dengan baik. Karena hakikatnya disamping platform yang sama sebagai kontrak dari anggota koalisi, kita bekerja untuk kepentingan rakyat. Semua untuk kepentingan rakyat,” dia memaparkan.

SBY  ingin memastikan dalam proses komunikasinya  bahwa semua partai politik tanpa kecuali benar-benar committed, menaati, mematuhi apa yang telah disepakati, dan secara eksplisit telah ditandatangani dalam nota kesepahaman itu bersama dirinya.

“Jika tidak, ke depan tentu sanksi harus diberikan, dan dalam penataan kembali koalisi yang insya Allah akan kami laksanakan dalam waktu dekat ini,” dia menegaskan.

Artikel Terkait:   RMS Ajukan Gugatan, SBY Batalkan Kunjungan

Menurut SBY, jika ada partai politik yang tidak lagi bersedia mematuhi atau mentaati kesepakatan yang sudah dibuatnya bersama-sama   dulu, tentu partai politk seperti itu tidak bisa bersama-sama lagi dalam koalisi.

“Jelas, gamblang, dan menurut saya logikanya juga begitu. Saya dengan memohon ridho Allah SWT sesungguhnya, saudara-saudara, ingin benar mendapatkan solusi yang tepat, solusi yang bermartabat tetapi juga tegas dan rasional,” katanya.

Bila koalisi ingin dilanjutkan, dia menambahkan,  maka semua kesepakatan yang disebut dengan code of conduct, tata etika yang 11 butir   harus betul-betul dipatuhi, diindahkan, dan dijalankan.

“ Jika ada yang tidak bersedia, berarti atau barangkali menjadi takdir sejarah untuk, ya ,tidak bisa lagi bersama-sama dalam koalisi,” tegasnya kembali.

SBY juga berharap  segala polemik di antara anggota koalisi  supaya diakhiri dan dihentikan.

“ Tidak baik bagi politik kita, tidak elok di depan rakyat kalau begini terus. Karena justru saya sedang mencari solusi yang paling tepat, dan pada saatnya rakyat akan tahu solusi apa itu,” ucapnya.

Dari penjelasannya,  terlihat SBY tidak tunjuk hidung siapa anggota koalisi yang dianggap mbalelo.  Sesuai karakternya yang santun, SBY tidak menyebut nama. Namun  masyarakat sudah tahu,  partai mana yang tengah “dibidik” .

Karena  tidak tegas untuk  melakukan reshuffle, banyak yang  meragukan keberanian SBY mengeluarkan   anggota koalisi yang dianggap tak sejalan.

Seorang politisi mengibaratkan SBY seperti koboy yang mengeluarkan pistol, tapi tak berani menembak.  Jadi, pernyataan SBY dianggap cuma gertakan. Mempersilakan  anggota koalisi yang  bandel untuk keluar, tapi tak berani mengeluarkannya.

Masalahnya, mereka yang lagi  menikmati kekuasaan mana mau disuruh minggir sukarela, kecuali  dipaksa! Jadi,  ibarat sepakbola,  dibutuhkan ketegasan  pimpinan koalisi untuk  mengganti “pemain” yang  main sendiri, dan  tidak mendukung team work.

Beranikah  pimpinan koalisi bertindak tegas? (ra)

Artikel Terkait:   Ini Suara Istana Soal Pergantian KSAD

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com