Lebih dari Lima Ribu Keluarga Terdampak Banjir Konawe

Rabu, 19 Juni 2019

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Banjir yang terjadi di Konawe, Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (18/6) menyebabkan lebih dari lima ribu keluarga menjadi penyintas. Genangan teridentifikasi di 144 desa dan 22 kelurahan pada 24 kecamatan.

Akibat intensitas hujan yang mengguyur di Kabupaten Konawe pra dan pascalebaran yang tinggi, sejumlah 5.847 KK atau 22.573 jiwa menjadi penyintas pada kejadian tersebut. Hujan mengakibatkan debit air di Sungai Konaweeha dan Sungai Lahambuti serta Sungai Rawa Aopa meningkat pada akhirnya mengakibatkan banjir. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe melaporkan pada Selasa (18/6) bahwa Kecamatan Pondidaha, Wonggeduku dan Wonggeduku Barat masih tergenang air ketinggian 30 cm – 1 m. Ruas jalan poros pondidaha masih tergenang sepanjang 3 km yang hanya dapat dilewati mobil truk dan double cabin. Selain itu, dua kecamatan yaitu Routa dan Latoma masih terisolir. Sementara itu, potensi bahaya penyakit akibat banjir teridentifikasi mulai muncul. 

“Melihat kondisi daerah yang terisolir, logistik bantuan dilakukan dengan dropping melalui helikopter. BNPB dan Penerbad masing-masing mengerahkan 1 unit helikopter untuk menjangkau wilayah seperti Kecamatan Latoma, Pondidaha, dan Wonggeduku. Di samping itu, pendistribusian bantuan juga dilakukan melalui perahu karet,”bunyi keterangan resmi BNPB, Rabu (19/6).

BPBD setempat juga menyiagakan tim evakuasi serta melalukan pemantauan kondisi terkini. Tim medis dari TRC PB telah melakukan pelayanan kesehatan kepada korban di pos-pos penyintas di kecamatan dan desa. 

Ketinggian air genangan beragam di beberapa titik. Hingga Selasa (18/6) pukul 18.00 WIT, ketinggian tertinggi pada ruas jalan di Desa Amesiu, Kecamatan Pondidaha dengan ketinggian hingga 80 cm. Jumlah populasi yang mengungsi terbanyak tercatat di kecamatan ini dengan jumlah 1.509 KK (5.662 jiwa).

Artikel Terkait:   Lelang Sukuk Negara Serap Rp 429 Miliar

Sementara itu, kerusakan teridentifikasi mencakup sektor pemukiman, pendidikan, sosial, pertanian, perikanan dan fasilitas umum lain. Rumah terendam tercatat 4.688 unit, rusak berat 192, rusak sedang 513, rusak ringan 575. Sedangkan kerusakan sekolah, banjir berdampak pada gedung TK 32 unit, SD 49 unit, dan SMP 14.

Pada sektor persawahan, banjir menggenangi lahan sawah seluas 3.246 ha, lahan jagung 357 ha, dan lainnya 385 ha.  (dya)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com