Pariwisata Coral Triangle Hasilkan US$ 12 Miliar Per Tahun

Senin, 25 Maret 2013

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif  C Sutardjo mengungkapkan, aktivitas bisnis di kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) yang  meliputi  Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Philipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. akan semakin meningkat setiap tahunnya.

Diperkirakan   nilai ekspor perikanan dari negara-negara di segitiga terumbu karang pada tahun 2011 mencapai US$ 4.5 miliar. Bahkan dari sektor pariwisata bahari di kawasan tersebut mampu mendulang pendapatan hingga US$ 12 miliar per tahunnya.

“Mereka (pelaku usaha)  di kawasan segitiga terumbu karang akan saling bertukar informasi tentang inovasi dan langkah-langkah konkret yang telah diambil untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan laut melalui adopsi penerapan bisnis yang lebih bertanggungjawab,” kata  Sharif saat membuka Forum Bisnis Regional III Segitiga Terumbu Karang Dunia, di Nusa Dua, Bali, Ahad  (24/3)

Forum itu  diikuti  perusahaan perikanan, industri seafood, perusahaan perkapalan dan pelayaran, serta   operator perjalanan dan pariwisata bahari.
Menurut dia,  bagi negara-negara di kawasan segitiga terumbu karang seperti Indonesia, yang sebagian besar wilayahnya adalah laut, pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan blue economy adalah sebuah keniscayaan.
Terutama dengan pendekatan blue economy akan mendorong   untuk mengelola sumberdaya alam secara efisien melalui kreativitas dan inovasi teknologi. Konsep ini juga mengajarkan bagaimana menciptakan produk nir-limbah (zero waste) sekaligus menjawab ancaman kerentanan pangan serta krisis energi (fossil fuel).
”Konsep ini juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, mengubah kemiskinan menjadi kesejahteraan serta mengubah kelangkaan menjadi kelimpahan,” jelasnya
Sharif menegaskan, penerapan konsep blue economy  akan berjalan dengan baik jika ada jalinan kerjasama semua pemangku kepentingan. Guna mewujudkan hal tersebut,  sangat dibutuhkan dukungan kemitraan dari masyarakat, sektor swasta, akademisi, peneliti, pakar pembangunan, lembaga nasional dan internasional.
Mereka secara bersama-sama dapat mendorong dan mengawal transformasi menuju pemanfaatan sumberdaya laut yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Apalagi forum regional bisnis ini, juga menyajikan potret  dan peluang kemitraan yang lebih luas antara publik, private, LSM, masyarakat lokal serta pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya laut.
“Saya yakin, kemitraan yang kita jalin ini akan menyukseskan implementasi blue economy di kawasan segitiga terumbu karang, dan membuktikan bahwa dengan blue economy kita mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan ekosistem laut yang sehat,” tegasnya. (ra)
 

 

 

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com