Pekan Depan Lelang Perdana Sukuk Negara Berbasis Proyek

 

Rabu, 5 Oktober 2011

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Pemerintah akan melakukan lelang  perdana  penjualan  Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau  Sukuk Negara  berbasis proyek seri PBS-0001 dan PBS-0002, Selasa (11/10). Underlying  asset untuk kedua seri itu adalah proyek / kegiatan  dalam APBN 2011.

Pada kesempatan yang sama,   akan dilelang  pula  tiga seri Sukuk Negara, yakni seri IFR0007,  IFR0010 dan SPN-S 12042012.  Pemerintah menggunakan barang milik negara berupa tanah dan bangunan sebagai underlying asset untuk tiga seri tersebut.

Ketiga seri  itu  akan diterbitkan menggunakan  akad Ijarah  Sale & Lease Back.  Sementara seri  PBS-0001 dan PBS-0002 menggunakan akad Ijarah Asset  to be Leased.

“Penggunaan  kedua jenis  akad penerbitan SBSN tersebut telah mendapat  pernyataan kesesuaian  syariah  dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia,” ungkap Yudi Pramadi, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Selasa (4/10).

Target rencana indikatif yang dipatok  pemerintah dalam lelang itu sebesar Rp 500 miliar.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11/PMK.08/2009 tanggal 2  Februari 2009, lelang SBSN jangka panjang  (seri IFR  dan PBS)  dapat diikuti  peserta lelang  dengan mengajukan  penawaran  pembelian kompetitif  dan nonkompetitif, serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan mengajukan   penawaran pembelian nonkompetitif.

Sedangkan lelang SBSN jangka pendek (seri SPN-S)  dapat diikuti peserta lelang  dengan mengajukan  penawaran pembelian  kompetitif, serta Bank Indonesia  dan LPS  dengan mengajukan  penawaran  pembelian nonkompetitif.

Menurut Yudi, pemenang lelang  yang mengajukan  penawaran pembelian  kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang  yang mengajukan  penawaran pembelian nonkompetitif  akan membayar  sesuai dengan yield rata-rata  tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif  yang dinyatakan menang.

“Pemerintah memilik hak untuk menjual seri-seri SBSN  tersebut  lebih  besar atau  lebih kecil  dari target  indikatif yang ditentukan,” kata Yudi. (ra)

Artikel Terkait:   Lelang Sukuk Negara Serap Rp 5,075 Triliun

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com