Pembangunan Infrastruktur Air Minum Butuh Dana Rp 253,8 Triliun

Rabu, 18 Juli 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –   Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) bersinergi dengan para pemangku kepentingan terkait air minum. Kerjasama ini bertujuan untuk mewujudkan pelayanan penyediaan air minum Prima di Indonesia.

Bambang Sudiatmo, Ketua BPPSPAM dalam sambutannya pada acara Indonesia Water Forum III berharap,  para pemangku kepentingan dapat menemukan solusi yang tepat  dan bersinergi untuk  mewujudkan pelayanan penyediaan air minum di Indonesia yang lebih baik.

Ketersediaan air yang merata bagi masyarakat Indonesia merupakan bagian penting dalam pembangunan infrastruktur air minum. Untuk mewujudkannya pendanaan yang diperlukan mencapai Rp 253,8  triliun  dengan komposisi 20%  APBN dan 80% non-APBN.

Untuk penyediaan anggaran 80% non APBN kehadiran investor merupakan harapan baru dalam pembangunan infrastruktur air minum. Untuk itu, pemerintah memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan untuk menciptakan gagasan dan terobosan yang menarik bagi para investor.

Acara yang digelar di Batam ini dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Sumber Daya Air, Kemenko Perekonomian, Ketua Umum PERPAMSI, Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Kepala Bidang Bina Marga dan Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Provinsi Jawa Tengah, Pengurus Pusat PERPAMSI,  Perwakilan Direksi PDAM dan 400 peserta dari seluruh anggota Perpamsi di Indonesia.

Ketua Umum PERPAMSI, Erlan Hidayat, mengapresiasi pengelolaan air minum di Batam yang telah sejak lama dikerjakan oleh swasta yaitu PT Adhya Tirta Batam (ATB) dan dapat diterima oleh masyarakat setempat.

“Batam dikenal sebagai area PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum)-nya dikelola swasta. Puluhan tahun tak ada masalah. Kondisi ini berbeda dengan daerah lain yang kerap kali ‘ramai’, jika dikerjakan swasta.” kata Erlan, disitir laman Kementerian PUPR.

Kegiatan kerjasama pengelolaan air minum dinilai banyak pihak sebagai bentuk kerjasama yang menarik dan berprospek baik.

Kepala Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan berharap Indonesia Water Forum 2018 dapat dimanfatkan sebagai ajang sharing knowledge antara sesama penyelenggara air minum untuk mengelola pelayanan air minum yang efektif dan efisien.

“Kami telah melakukan kerjasama konsesi dengan PT. ATB selama 25 tahun sejak  tahun 1995 dan berlangsung secara baik. Mengingat sebentar lagi kami akan memasuki masa kerjasama pengakhiran konsesi, kami berharap PT. ATB masih dapat memberikan bimbinganya dalam melanjutkan pengelolaan air minum di Batam” kata Binsar.

Indonesia Water Forum yang dilaksanakan pada  9-11 Juli 2018 diisi dengan rangkaian kegiatan,  Water Business Forum, Lokakarya Penyiapan Kerjasama Badan Usaha (KPBU & B to B), WOPS Forum, Forum Pengembangan GIS, Forum Pengembangan Billing Sistem, Training & Forum Scada, Training & Forum Customer Service dan Pameran. (rud)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com