Pembiayaan kepada Pelaku Usaha Perikanan dan Kelautan Capai Rp 28,02 Triliun

Kamis, 7 Juni 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  – Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menjalankan program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guideline) yang memberikan pembiayaan industri jasa keuangan kepada pelaku usaha di sektor perikanan dan kelautan. Hingga   akhir Maret 2018 tercatat telah mencapai Rp 28,02 triliun.

OJK  juga  mendukung program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk terus memajukan sektor kelautan dan perikanan melalui LKM Nelayan yang operasionalnya diresmikan Presiden  Joko Widodo di Desa Karangsong, Indramayu, Rabu.

Dalam kesempatan itu, Presiden berpesan kepada nasabah dan nelayan jika menerima pembiayaan atau kredit harus digunakan untuk usaha yang produktif dan tertib mengembalikan pokok dan bunga.

Khusus untuk LKM Nelayan, yang disebut Jokowi  sebagai bank mikro nelayan, ke depannya diharapkan bunganya lebih rendah dari saat ini dan tetap tanpa jaminan dan mengutamakan pendampingan untuk nelayan.

Pendampingan dan perkuatan modal kerja LKM Nelayan ini dilakukan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan (LPMUKP).

“Saat ini suku bunga dari LPMUKP kepada LKM Nelayan sekitar 3%, sementara suku bunga kepada nasabah 7% per tahun. Kredit diberikan kepada nelayan sesuai kebutuhan, untuk keperluan pengadaan peralatan, pakan ternak, bibit utk nelayan budidaya, dan pemeliharaannya,” bunyi keterangan resmi OJK, Rabu.

Sinergi OJK dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan selama ini sudah berjalan baik; seperti program asuransi nelayan, dengan capaian tahun 2017 sebanyak 500 ribu nelayan dengan jumlah premi sebesar Rp87,5 miliar, dan jumlah klaim per April 2018 sebesar Rp36,3 miliar.

Selain itu, sudah berjalan juga program asuransi usaha budidaya udang, dengan capaian sebanyak 2.004 pembudidaya, luas area 3.300 hektar dan jumlah premi sebesar Rp1.5 miliar. Jumlah klaim per April 2018 yaitu 57,41 Ha dengan nilai klaim Rp 287 juta. (rud)

Artikel Terkait:   Minat Investor Meningkat, Lelang SUN Cuma Serap Rp 7,5 Triliun

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com