Pemerintah Salurkan KUR Khusus Peternakan di Malang

Senin, 11 Februari 2019

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Sebagai upaya meningkatkan akses pembiayaan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pemerintah kembali menyerahkan KUR khusus peternakan rakyat, Sabtu (9/2), secara serentak di 5daerah, yang dipusatkan di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

“KUR peternakan rakyat merupakan perluasan jenis KUR yang dimaksudkan untuk menggerakkan sektor ekonomi tradisional di pedesaan yang dikelola oleh rakyat, yang menunjukkan keberpihakan Pemerintah terhadap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah, red),” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat acara penyerahan KUR.

 Hari itu, sambung MenkoDarmin, merupakan momentum yang baik dalam mengoptimalisasi penyaluran KUR Peternakan Rakyat. Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dipilih sebagai lokasi penyerahan KUR Peternakan karena memiliki jumlah peternak yang besar sekaligus didukung oleh lahan peternakan yang luas dan subur. 

Acara penyaluran KUR khusus peternakan juga dilaksanakan serentak di 5 lokasi pendukung melalui video conference yaitu Kota Sumba Timur – Provinsi NTT, Kota Magelang – Provinsi Jateng, Kabupaten Lampung Tengah – Provinsi Lampung, Kota Sinjai – Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Garut – Provinsi Jawa Barat. Kelimanya merupakan daerah penghasil ternak yang utama. “Perayaan serentak ini bertujuan untuk mensosialisasikan KUR Peternakan Rakyat kepada seluruh masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Menko Darmin.

Adapun total penyaluran KUR Peternakan Rakyat yang disalurkan ksebesar Rp 21,29 Miliar kepada 205 debitur, dengan rincian: Malang = Rp 1,7 Miliar kepada 15 debitur;Magelang = Rp 1,6 Miliar kepada 12 debitur;Garut = Rp 12,98 Miliar kepada 150 debitur; Lampung Tengah = Rp 1,9 Miliar kepada 12 debitur; Sumba Timur = Rp 2,3 Miliar kepada 13 debitur; Sinjai = Rp 725 juta kepada 3 debitur.

Artikel Terkait:   Kebutuhan Nasional Crude Steel 14 Juta Ton, Produksi Industri Lokal 8 Juta Ton

Skema KUR Peternakan yang ditetapkan oleh pemerintah terbukti membantu para peternak dalam mengakses pembiayaan untuk membantu permodalan.

Tercatat sejak 2015 hingga 2018, KUR Peternakan sudah dinikmati oleh 687.897 debitur dengan total plafon sebesar Rp 14,4 triliun. Kredit Usaha Rakyat pun telah lama menjadi perhatian Presiden Jokowi. Bahkan di awal 2015, Presiden meminta bunga KUR diturunkan hingga 7%. Belum pernah pemerintah memberi bunga serendah itu.

“Lantas bagaimana caranya? Dengan cara Pemerintah memberi subsidi pada bunganya,” terang Menko Darmin. Kepada para santri yang hadir, Menko Darmin berpesan seusai sekolah nanti, hendaknya jangan takut memulai usaha sendiri. Mau berwirausaha di sektor peternakan, perkebunan, silakan.

“Karena, hanya dengan berusaha kita akan menjadi bangsa yang maju. Pemerintah sudah membangun infrastruktur sebagai prasyarat. Petani, peternak, nelayan, semuanya mendapat manfaat”, tegasnya. 

Selanjutnya bagi masyarakat yang hadir, Menko Darmin memberi saran, “mulailah beternak secara berkelompok, jangan sendiri-sendiri”. Dengan berkelompok, maka perencanaan usaha akan lebih terstruktur dan disiplin terjaga. Masing-masing anggota bisa saling mengingatkan dan membantu bila ada yang sakit atau kesulitan.

Selain itu, para offtaker akan lebih mudah mengumpulkan hasil ternak, dengan harga yang lebih terjaga. Dalam sesi perbincangan dengan Amirudin, seorang peternak sapi asal Sinjai melalui video conference, Menko Darmin berpesan agar sebisa mungkin memanfaatkan fasilitas KUR yang disediakan pemerintah.

“Jangan takut KUR habis, itu kita siapkan banyak (plafonnya). Manfaatkanlah, guna membeli peralatan yang produktif”. Ketika ditanya bagaimana harapannya terhadap KUR, Amirudin dengan malu-malu menjawab, “sudah sangat mudah Pak, tapi kalau bisa bunganya diturunkan lagi”, yang lantas disambut sorak sorai para peserta lainnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir melaporkan, sejak KUR skema baru dengansistem subsidi diluncurkan pada2015 hingga akhir tahun lalu, KUR sudah disalurkan kepada 13,8 juta debitur UMKM dengan total akumulasi plafon sebesar Rp 333 Triliun. 

Artikel Terkait:   Payung Hukum Plastik Berbayar Masih Dievaluasi

Sedangkan penyaluran KUR selama 2018 mencapai Rp 120,35 triliun, atau 97,2% dari target tahun 2018 sebesar Rp 123,801 triliun. Kinerja penyaluran KUR yang baik tersebut juga diikuti dengan terjaganya kualitas KUR yang tercermin dari tingkat Non Performing Loan (NPL) KUR sampai tahun 2018 ini yang hanya sebesar 1%. Rendahnya kredit macet ini menunjukkan bahwa sektor UMKM sangat disiplin dalam membayar kewajiban angsurannya. Khusus di Jawa Timur,jumlah KUR yang disalurkan di Provinsi ini per akhir 2018 sebesar Rp 54,4 Triliun,yang diberikan kepada 2,6 juta debitur. Dari jumlah tersebut, KUR yang disalurkan untuk peternak di Provinsi Jawa Timur mencapai Rp 3,1 Triliun, yang diberikan kepada 175.489 debitur. 

Selain penyaluran KUR Peternakan Rakyat, pada acara ini juga turut disalurkan Corporate Social Responsibility (CSR), asuransi ternak, serta penyerahan santunan anak yatim. Bentuk pemberian CSR oleh penyalur KUR dan penjamin KUR . (udy)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com