Pemerintah Upayakan Stabilisasi Harga Jelang Lebaran

Selasa, 24 Mei 2016

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa (24/5), menggelar   rapat koordinasi harga pangan terkait harga ayam, daging, beras dan bawang.

“Waktunya semakin pendek dan keputusan harus cepat diambil,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

 Dalam rapat koordinasi harga pangan ini, hadir Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin serta perwakilan dari beberapa kementerian dan BUMN.
Rapat koordinasi ini sangat mendesak karena harga beberapa komoditas penting cenderung naik.
“Dibandingkan year on year, harga bawang bulan ini sudah naik 36% dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala BPS Suryamin. Bahkan dibandingkan dengan bulan April tahun 2015, harga bawang saat ini sudah naik 46%.
Khusus untuk mengatasi harga bawang, Kementerian Perdagangan akan mengambil langkah-langkah untuk melakukan stabilisasi.
Dalam rapat ini diputuskan, ketersediaan bawang akan dipenuhi, harga daging akan diupayakan turun menjadi Rp 80.000-Rp 85.000 dan harga gula akan dijaga tak lebih dari Rp 12.500 per kilogram.
Kartu Tani
Rapat tersebut juga membahas   rencana pemerintah untuk menerbitkan Kartu Tani. Kartu Tani ini akan diawali untuk petani tebu di mana melalui Kartu Tani, pemerintah akan mengetahui kebutuhan pupuk dan bibit serta dapat memantau hasil panen petani.
Sebab  berbagai subsidi dan hasil penjualan dari petani ke BUMN atau Bulog  akan dibayarkan langsung ke rekening petani, sehingga tidak ada uang tunai (cash) yang beredar.
“Subsidi pupuk dan bibit telah mengakibatkan distorsi besar terhadap perekonomian kita, “ kata   Menteri   BUMN Rini Soemarno.
Oleh sebab itu, sangat diperlukan data yang akurat di mana Pemda, perbankan dan BUMN bekerja bersama-sama. Kartu Tani ini akan diterbitkan oleh 3 bank BUMN yaitu Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI.
“Diharapkan sebelum bulan puasa, sudah bisa di-launching,” imbuh Rini.
Seiring dengan waktu, Kartu Tani nantinya juga akan dapat dinikmati oleh petani komoditas lain seperti beras, bawang, jagung ataupun hasil tani lain.
“Petani padi lebih kompleks, jadi kita coba dulu untuk petani tebu,” kata Darmin. ( rdy)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com