Pemprov DKI Ambil Alih Pengelolaan Air dari Palyja-Aetra


Kamis, 14 Februari 2019

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  – Babak baru pengelolaan air di Ibukota akan segera dimulai. Hal itu berkat keputusan yang dirilis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, berupa pengumumuman pengambilalihan pengelolaan air dari PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra).

Anies Baswedan mengatakan, tujuan dari pengambilalihan ini adalah untuk memperluas cakupan akses air bersih bagi masyarakat sekaligus mengoreksi kebijakan yang dibuat pada masa Orde Baru, tepatnya pada 1997.

Selama ini, menurut dia, kinerja mitra swasta tidak mencapai target dalam melayani masyarakat. “Di tahun 1997 kita delegasikan ini kepada mitra swasta dan hari ini kenyataannya tidak mencapai target. Kalau targetnya tercapai lain soal. Makanya sekarang pendelegasian itu kita ambil alih kembali,” kata Anies dalam konferensi pers di kantornya, awal pekan ini.

Data Pemprov DKI Jakarta menunjukkan, cakupan layanan air bersih yang digarap kedua perusahaan swasta tersebut di awal kerja sama sebesar 44,5%. Adapun dalam waktu 20 tahun, realisasi di tahun 2017 baru mencapai 59,4%, masih jauh dari target akhir kontrak di tahun 2023 sebesar 82%.

“Artinya dalam waktu 20 tahun, cakupan layanan hanya meningkat 14,9%. Sementara waktu untuk menambah cakupan lebih dari 20% hanya tersisa 3 tahun,” kata Anies menerangkan.

Rencana Pemprov DKI mengambil alih pengelolaan air dari dua perusahaan mitra PAM Jaya tersebut memastikan kelanjutan penghentian swastanisasi air yang sebelumnya diputuskan Mahkamah Agung (MA).

Dalam Putusan Nomor 31 K/Pdt/2017, MA meminta Pemprov DKI menghentikan swastanisasi air, atau penyerahan pengelolaan air ke swasta. Belakangan, MA mengabulkan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Kementerian Keuangan atas putusan tersebut.

Tiga Masalah

Artikel Terkait:   Komite Tapera Segera Dibentuk

Sementara Anies menjelaskan perjanjian kerja sama pengelolaan air di DKI Jakarta dengan swasta, yang diteken pada masa Orde Baru, tersebut bermasalah. Terdapat tiga masalah yang disorot Pemprov DKI, yaitu adanya hak eksklusivitas, pengelolaan seluruh aspek yang ada di pihak swasta, serta keuntungan yang harus tetap dibayarkan negara ke swasta di saat target tidak tercapai.

Anies mengeluh investasi terkait pengelolaan air di DKI Jakarta kerap menemui hambatan lantaran semua harus seizin Palyja dan Aetra. Akibatnya, kata dia, Pemprov DKI Jakarta tidak bisa melakukan intervensi terhadap tahapan pengelolaan hingga distribusi air.

Untuk mengambil alih peran kedua perusahaan tersebut sebagai produsen sekaligus operator air bersih di DKI, Anies menugaskan PD PAM Jaya untuk mempersiapkan segala proses pengambilalihan secara perdata, dimulai dari menyusun Head of Agreement (HoA).

“Dalam waktu satu bulan saya harap HoA tuntas. Pokoknya pertengahan Maret harus selesai. Saya tugaskan PD PAM Jaya,” katanya menegaskan.

Apabila ditarik ke belakang, isu swastanisasi air bersih di DKI dan rencana pengambilalihan oleh Pemprov ini sebenarnya sudah mengemuka sejak enam tahun lalu, tepatnya saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Saat itu, Jokowi mengungkapkan bahwa proses pengambilalihan sedang dirancang sembari menghitung biaya yang diperlukan, karena akan berdampak kepada APBD DKI. Pemprov juga masih menunggu proses persidangan yang dilalui salah satu mitra, yakni Palyja.

Kini, PD PAM Jaya bersama Tim Tata Kelola Air Minum sedang mempersiapkan due diligence besaran biaya yang diperlukan untuk mengambil alih pengoperasian layanan dari kedua mitra swasta tersebut, termasuk mempertimbangkan opsi pembelian saham.

Direktur Utama PD PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo, memastikan bahwa pembiayaan tidak harus hanya bersumber pada APBD, tetapi bisa juga mencari alternatif lain dari pihak swasta (B2B) maupun perbankan.

“Secara finansial, pembiayaan bisa dari swasta, tidak harus APBD. Kita pastikan kita bankable,” kata Priyatno menegaskan. (lfi)

Artikel Terkait:   PLN Peduli Bantu Program Pengelolaan Sampah Senilai Rp 413,95 Juta

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com