Penerimaan Pajak NTB dan NTT Tumbuh 1,99%

Selasa, 9 Januari 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –   Realisasi penerimaan pajak   Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara  tahun 2017  tercatat  sebesar Rp4,89 triliun atau 84,27 persen dari target yang telah ditetapkan.

“Penerimaan pajak tahun 2017 ini tumbuh 1,99 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata Suparno, Kepala Kanwil DJP Nusa Tenggara, belum lama berselang.

Kanwil DJP Nusa Tenggara yang memiliki wilayah kerja meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapatkan amanah target penerimaan pajak 2017 sebesar Rp5,81 triliun. Untuk Provinsi NTB penerimaan pajak yang ditargetkan sebesar Rp3,01 triliun, sedangkan untuk Provinsi NTT sebesar Rp2,80 triliun.

Untuk triwulan IV/2017, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1,99 triliun, tumbuh 8,42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan jenis pajaknya, penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) memiliki kontribusi
paling besar dalam penerimaan pajak Kanwil DJP Nusa Tenggara tahun 2017 yaitu sebesar
Rp2.825,41 miliar atau sekitar 57,68 persen dari total realisasi penerimaan, diikuti penerimaan dari
PPN dan PPnBM sebesar Rp1.937,11 miliar atau sekitar 39,55 persen dari total realisasi penerimaan.

Sedangkan sektor-sektor usaha yang mempunyai andil besar dalam tumbuhnya penerimaan
pajak di Kanwil DJP Nusa Tenggara tahun 2017 berasal dari sektor administrasi pemerintahan yang
menyumbang Rp1,23 triliun, diikuti oleh sektor konstruksi sebesar Rp1,16 triliun.

Untuk sektor perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor menyumbang sebesar Rp0,71 triliun. (rud)

Artikel Terkait:   Nilai Barang yang Disimpan di Gudang Pusat Logistik Berikat Capai Rp 1,16 Triliun

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com