Penjualan Eceran Oktober 2010 Kembali pada Siklus Penjualan Normal

Rabu, 15 Desember 2010

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  – Hasil  Survei  Penjualan Eceran  yang dilakukan Bank Indonesia (BI) di 5 kota besar (Jakarta, Bandung,   Semarang, Surabaya, dan Medan) menunjukkan  bahwa perkembangan  penjualan  eceran  pada  Oktober 2010  mulai kembali  pada siklus penjualan normal.,

Dibandingkan periode sebelumnya,  indeks penjualan riil  mengalami penurunan sebesar -7,7%. Penurunan tersebut seiring  dengan berlalunya  musim liburan  dan perayaan  hari besar  keagamaan.

Indeks penjualan riil Oktober 2010  tercatat sebesar 242,0. Sementara indeks penjualan riil  secara tahunan mengalami pertumbuhan sebesar 18,5%.  Tren peningkatan  penjualan eceran  secara tahunan didorong oleh  meningkatnya konsumsi masyarakat seiring dengan  membaiknya kondisi ekonomi .

Secara bulanan,    indeks penjualan riil mengalami penurunan  sebesar -7,7%. Penurunan tersebut  terjadi pada hampir  seluruh  kelompok  komoditi  yang disurvei kecuali  kelompok komoditi  bahan bakar.

Penurunan penjualan terbesar  terjadi  pada kelompok  pakaian dan perlengkapannya (-15,8%), selanjutnya diikuti  oleh kelompok kerajinan, seni dan  mainan (-6,8%); kelompok bahan konstruksi (-6,3%);  kelompok bahan kimia (-5,8%);  kelompok suku cadang kendaraan (-3,9%);  kelompok makanan  dan tembakau (-2,6%);  kelompok peralatan tulis (-2,6%);  dan kelompok  perlengkapan rumah tangga (-2,2%).

“Satu-satunya  kelompok  komoditi yang  masih mengalami kenaikan   penjualan adalah  kelompok bahan bakar (2,5%),” tulis laporan  yang dilansir 3 Desember  lalu.

Peningkatan   penjualan riil secara tahunan didorong  oleh kenaikan   6 kelompok  komoditi.  Kelompok komoditi yang mengalami peningkatan  tertinggi terjadi pada kelompok pakaian dan perlengkapannya   dengan kenaikan sebesar 58,8%, diikuti oleh   kelompok  makanan dan tembakau  (24,8%); kelompok bahan kimia  (10,6%); kelompok peralatan  tulis (7,6%);  kelompok kerajinan, seni dan mainan (5,8%); dan kelompok suku cadang kendaraan (3,6%).

Sementara itu,  terdapat tiga kelompok komoditi lain  yang mengalami penurunan, yakni  kelompok bahan  konstruksi (-13,8%); kelompok bahan bakar (-7%);  dan kelompok perlengkapan rumah tangga (-4,7%).

Ekspektasi penjualan

Dilaporkan pula bahwa  responden memperkirakan   penjualan  pada 3 dan 6 bulan ke depan   akan meningkat.  Ekspektasi responden  tersebut tercermin   pada indeks ekspektasi  penjualan yang masih berada  di atas 100.

Indeks  ekspektasi penjualan pada 3 bulan   ke depan sebesar 120,1 atau lebih rendah  2,1 poin  dibandingkan   survey sebelumnya. Penurunan indeks tersebut  mengindikasikan  responden  yang memprediksikan  adanya  kenaikan penjualan   pada 3 bulan   ke depan  semakin berkurang.

Sebaliknya, responden   yang menyatakan adanya  kenaikan penjualan  pada 6 bulan ke depan  naik 1,3 poin  dibandingkan  periode sebelumnya  sehingga indeks   tercatat sebesar 114,3.  (ra)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com