Perang Dagang Bisa Menjadi Peluang

Selasa, 17 Juli 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –   Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengatakan, perang dagang yang saat ini banyak dibicarakan bisa menjadi peluang untuk Indonesia.

“Perang dagang ini sebenarnya peluang untuk kita. Bisa menguntungkan buat kita karena kita bisa menghemat dengan membangun industri dalam negeri menjadi lebih baik,” katanya usai melakukan kunjungan ke galangan kapal PT Penataran Angkatan Laut (PT PAL) di Surabaya, Senin (16/7).

Menko Luhut mengaku senang dengan apa yang disaksikannya, dan dia yakin PT PAL akan mampu memenuhi kebutuhan peralatan militer dan non militer dalam negeri.

“Dalam rapat kabinet kemarin pemerintah telah memutuskan untuk menggunakan produk-produk lokal yang bisa dibangun sendiri.  PT PAL ini salah satunya, karena Kementerian Pertahanan adalah pengguna dana kedua terbesar setelah Kementerian PUPR, jadi kita coba sebisa mungkin untuk memanfaatkan dana itu untuk membangun industri dalam negeri sehingga ada nilai tambahnya,” papar Menko Luhut saat ditanya latar belakang kunjungan tersebut.

Pada kunjungan ini Menko Luhut mendapat informasi tentang pembuatan kapal selam ketiga, yang menurut Dirut PT PAL, Budiman Saleh, tidak terdapat cacat dan sangat presisi. Ini merupakan kerjasama perusahaan BUMN tersebut dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).

Kapal selam ini dirakit di galangan PT PAL, setelah bagian-bagiannya dikirim dari Korea Selatan. Kapal selam yang diberi nama KRI Alugoro-405 ini direncanakan selesai tahun ini.

“PT PAL juga telah mendapat pesanan Kapal Cepat Rudal (KCR) sebanyak 19 buah dan sedang menyelesaikan pesanan Landing Platform Dock(LPD) nya yang ke enam, yang tentunya semakin baik dan murah dari produk sebelumnya,” jelas Menko Luhut.

Kapal jenis LPD yang dipesan sebelumnya memiliki panjang 125 meter dan LPD dibuat saat ini adalah 124 meter. Dirut PT PAL mengharapkan dengan dapat dipenuhinya pesanan TNI AL, PT PAL kini menyasar negara asing di Afrika dan negara-negara tetangga ASEAN.

Artikel Terkait:   Indonesia harus Siap Hadapi Perang Dagang

“Di sini kita bisa melihat teknologi kita dan kemampuan personel kita untuk mengembangkan peralatan-peralatan militer dan non militer makin baik. Kita juga bisa mengurangi dana-dana impor luar negeri, sehingga menyeimbangkan ekspor-impor, memberi nilai tambah dan mengembangkan tenaga kerja,” kata Menko Luhut.

Menurut Menko Luhut, untuk mengantisipasi perang dagang, pemerintah telah berencana merevisi aturan biodiesel 20% (B20) atau bahan bakar nabati 20% untuk digunakan oleh sektor non subsidi.

“Biodiesel B20 akan lebih banyak digunakan, malah jika memungkinkan akan ditingkatkan ke B30 ini akan meningkatkan pemakaian kelapa sawit dan mengurangi impor solar. Selain akan mengurangi pemakaian solar, ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani sehingga harga sawit bisa meningkat sesuai harapan kita di 750-800 USD/ton,” ucapnya.  (rud)

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com