Persis akan Bangun Rusun dan Universitas

Selasa, 25 September 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –    Ormas Persatuan Islam (Persis) berencana membangun tiga rumah susun (rusun) dan Universitas Persis. Pemerintah mendukung dan akan membantu rencana tersebut.

 “Ada tiga rusun yang diajukan oleh Persis dan tadi sudah saya konfirmasi ke Bapak Seskab, semuanya kami setujui. Insya Allah segera dibangun, sebagian tahun ini dan sebagian tahun depan,” kata Presiden   Joko Widodo  saat memberikan sambutan pada Pembukaan Muktamar Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam IX (Hima Persis), di Pondok Pesantren Persis Ustman Bin Affan, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (25/9) siang.

Terkait   pendirian Universitas Persis, menurut Presiden,  pemerintah akan segera memprosesnya.

“Jadi syarat-syaratnya disampaikan ke (Ditjen) Dikti (Pendidikan Tinggi), saya bagian ngejar. Asal syaratnya segera, izinnya segera akan  dikeluarkan,” kata Presiden seraya menambahkan apapun yang namanya pendidikan, yang namanya pembangunan sumber daya manusia adalah sangat penting bagi bangsa ini untuk bisa bersaing, berkompetisi dengan negara-negara lain.

Pada kesempatan itu  Presiden Joko Widodo   mengingatkan,  Indonesia  adalah negara besar, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Saat ini Indonesia   memiliki penduduk 263 juta. Sebuah jumlah yang tidak sedikit.

“Semuanya pasti ingin hidup baik, semuanya pasti ingin mendapatkan pekerjaan yang baik. Inilah tugas besar kita yang harus menyiapkan itu,” katanya.

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri dan pimpinan Persis memainkan angklung sebagai pembukaan Muktamar Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam IX , di Cipayung, Jakarta, Selasa (25/9) siang. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Joko Widodo  didampingi sejumlah menteri dan pimpinan Persis memainkan angklung saat membuka Muktamar Hima Persis IX , di Cipayung, Jakarta, Selasa (25/9) siang. (Foto: JAY/Humas)

 

Penduduk 263 juta itu, lanjut Presiden, hidup di 17.000 pulau yang kita miliki. Karena itu, Presiden meminta jangan berpikir bahwa pulau di Indonesia hanya Jawa saja. Ada 17.000 pulau,  514 kabupaten dan kota,  serta 34 provinsi.

“Ini saya ingatkan terus di mana-mana karena kita kadang-kadang terjebak pada pemikiran Jawa sentris, hanya Jawa saja. Padahal negara ini adalah negara besar, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” tegas Presiden, dikutip laman Sekretariat Kabinet.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa negara ini dianugerahi oleh Allah SWT keberagaman, berbeda-beda, berwarna-warni, bermacam-macam. Agama berbeda-beda, suku berbeda-beda, adat berbeda-beda, tradisi berbeda-beda, bahasa daerah berbeda-beda.

“Inilah anugerah Allah yang diberikan kepada kita yang terus harus kita rawat dan kita jaga bersama-sama karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, aset terbesar bangsa ini ada kerukunan, persaudaraan,” ujar Kepala Negara.

Karena itu, Kepala Negara mengaku selalu menyampaikan agar  menjaga bersama-sama ukhuwah Islamiyah  dan ukhuwah wathoniyah.

“Kita jaga bersama-sama. Jangan sampai, harmoni yang telah berjalan lama, sinergi antar anak bangsa yang telah berjalan lama, kita menjadi kelihatan terpecah, terbelah gara-gara hanya pesta demokrasi setiap 5 tahun,” tutur Kepala Negara.

Ditegaskan Presiden Jokowi, pilihan bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur, pilihan presiden itu setiap 5 tahun pasti ada. Karena itu, Presiden meminta jangan korbankan persatuan kita, persaudaraan kita gara-gara pesta demokrasi itu.

“Rugi besar bangsa ini. Pilihan bupati menjadikan antar tetangga tidak saling menyapa, ada. Pilihan gubernur menjadikan antar teman tidak saling sapa, ada, banyak. Pilihan presiden juga sama, antar kampung tak saling menyapa, antar tetangga, antar teman, antar saudara tidak saling menyapa,” kata Presiden.

Menurut Presiden, tidak apa-apa berbeda pilihan. Berbeda pilihan bupati,  walikota, gubernur. Bahkan  beda pilihan dalam  memilih presiden juga boleh, tidak ada yang melarang.

Namun dia menegaskan,   jangan  mengorbankan   ukhuwah islamiyah  dan  wathaniyah  gara-gara pesta demokrasi setiap 5 tahun. “Akan rugi besar,” tegasnya.

Presiden mengemukakan,  negara-negara lain  iri melihat  Indonesia.    Dalam Konferensi Islam Wasathiyah di Bogor, beberapa waktu lalu,   ulama-ulama besar dari negara lain datang ke  Indonesia dan   mengapresiasi kehidupan sehari-hari  di bumi Nusantara.

“Grand Syeikh Al Azhar datang, beliau menyampaikan sambutan mengagumi Indonesia, betapa meskipun berbeda beda kita masih bisa menjaga harmoni, menjaga kerukunan, menjaga persaudaraan,” ungkap Presiden Jokowi.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengajak semuanya untuk terus merawat dan menjaga persatuan, persaudaraan, kerukunan, dan  ukhuwah agar terus bisa membangun dan mensejahterakan rakyat.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir. (rdy)

  

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com