Perubahan Nominal Penerbitan Tak Mengubah Target Maksimal Penerbitan SBN Neto

 

 

 

Jumat, 22 Juli 2011

 

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Pemerintah menegaskan, penerbitan  Surat Perbendaharaan Negara (SPN )3 bulan   akan mempengaruhi angka target kebutuhan penerbitan  Surat Berharga Negara (SBN) bruto dari waktu ke waktu.

 

“Perubahan nominal penerbitan SBN bruto tersebut tidak menyebabkan perubahan target maksimal penerbitan SBN neto sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang APBN yang berlaku,” demikian keterangan yang dilansir di laman  Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Jumat (22/7).

 

Berdasarkan Undang-Undang No. 24 tahun 2002 tentang Surat Utang Negara dan Undang-Undang No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara, Pemerintah diberikan kewenangan untuk menerbitkan SBN setiap tahunnya maksimal sebesar nilai bersih (SBN neto) yang ditetapkan dalam Undang-Undang APBN yang berlaku.

 

Berdasarkan target SBN neto tersebut, Pemerintah dapat menghitung besaran target penerbitan SBN bruto yang akan dicapai untuk tahun berjalan, yang diperoleh dari penjumlahan target SBN neto, SBN yang jatuh tempo, dan target pembelian kembali SBN yang akan dilakukan dalam tahun berjalan.

 

Dengan demikian sepanjang tidak ada perubahan jumlah target SBN neto, SBN yang jatuh tempo, dan pembelian kembali SBN maka besaran target penerbitan SBN bruto akan sama dari waktu ke waktu dalam tahun berjalan.

 

Dalam perkembangannya, dibandingkan pada awal tahun 2011, target penerbitan SBN bruto sejak bulan Maret 2011, mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu. Hal ini terjadi karena pada bulan Maret 2011 Pemerintah telah melelang Surat Perbendaharaan Negara dengan tenor 3 bulan (SPN 3 bulan) sebagai referensi bagi kupon Obligasi Negara jenis variable rate. SPN 3 bulan tersebut sesuai dengan tenornya akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan berikutnya sejak tanggal penerbitan.

Artikel Terkait:   Pembangunan KA Bandara Soekarno-Hatta 94% Selesai

 

“Dengan demikian jumlah nominal SBN yang jatuh tempo pada tahun berjalan akan berubah pula dari waktu ke waktu karena adanya realisasi tambahan penerbitan SPN 3 bulan ini,” ungkap Ditjen Pengelolaan Utang.  .  (ra)

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com