RI Komit Dukung MEA

Kamis, 13 November 2014

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Delegasi Indonesia di KTT ASEAN ke-25 di Myanmar  menyampaikan pandangan terhadap kemajuan ASEAN dan langkah-langkah peningkatan integrasi ASEAN pasca 2015.

Pada kesempatan itu,   Presiden Joko Widodo  menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun kerja sama ASEAN namun tetap menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama.

“Indonesia tetap komit untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Namun, tidak akan membiarkan dirinya menjadi pasar semata dan harus menjadi bagian penting dari rantai produksi regional dan global untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% di tahun-tahun mendatang”, ungkap Mendag Rachmat Gobel menirukan pernyataan Presiden Jokowi di Myanmar, Kamis (13/11).

KTT ASEAN Ke-25 menghasilkan sejumlah kesepakatan terhadap isu-isu strategis dan prioritas dalam mewujudkan Masyarakat ASEAN 2015 yang meliputi Masyarakat Politik-Keamanan, Masyarakat Ekonomi, dan Masyarakat Sosial-Budaya ASEAN.

Menurut   Rachmat Gobel, pada KTT ASEAN ke-25 ini, selain menerima laporan pencapaian isu-isu strategis yang diprioritaskan oleh masing-masing pilar Masyarakat ASEAN, para Kepala Negara juga menyampaikan pandangan dan dukungannya atas upaya ASEAN mewujudkan MEA di akhir 2015 dan menyepakati Pilar-Pilar Utama serta langkah-langkah peningkatan integrasi ASEAN pasca 2015.

Presiden  Jokowi, jelas Rachmat, menggarisbawahi tiga hal penting yang harus segera ditangani oleh ASEAN yaitu pembangunan infratrusktur dalam mendukung konektifitas ASEAN yang sejalan dengan program tol laut Indonesia; meningkatkan kerjasama investasi, industri dan manufaktur di kawasan; serta menggalakkan perdagangan intra-ASEAN dari 24,2% menjadi 35-40% dalam lima tahun kedepan.

“Indonesia dipastikan akan memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan ekspornya sebesar tiga kali lipat ke ASEAN dan ke Negara tujuan ekspor lainnya,”  ungkap Rachmat.

Fokus ASEAN untuk membangun infrastruktur khususnya di bidang maritim disambut Indonesia dengan sangat antusias, mengingat hal tersebut sejalan dengan fokus pembangunan konektifitas laut Indonesia untuk menghubungkan pulau-pulau dalam mendorong tumbuhnya aktifitas ekonomi secara merata di seluruh NKRI.

Rachmat  optimis Indonesia  mampu mendorong peningkatan ekspor secara signifikan dalam lima tahun kedepan.

“Kita pastikan pembangunan infrastruktur maritim harus terealisasi mulai tahun ini sehingga industri nasional berorientasi ekspor dapat tumbuh pesat dan peningkatan ekspor 300% dapat terwujud,” imbuhnya.

Selain Pertemuan KTT ASEAN ke-25 yang diselenggarakan dalam format plenary, para kepala negara/pemerintahan ASEAN juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan beberapa kepala pemerintahan/negara mitra ASEAN pada Pertemuan KTT ASEAN-India ke-12, KTT ASEAN-Jepang ke-17, KTT ASEAN-Perserikatan Bangsa Bangsa ke-6, Perayaan Hubungan Kerja Sama ke-40 Tahun ASEAN-Australia, KTT East Asia ke-9, KTT ASEAN-Amerika Serikat ke-2, KTT ASEAN-RRT ke-17, KTT ASEAN Plus Three ke-17, serta pertemuan kepala negara/pemerintahan ASEAN dengan ASEAN Business Advisory Council untuk mendengarkan masukan dari sektor usaha dalam mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN. (ra)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com