Tawarkan Pesawat N-219, Indonesia Akan Tunjuk Konsul Kehormatan untuk Mikronesia

Rabu, 18 Juli 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –  Presiden Federasi Serikat  Mikronesia Peter Christian melakukan kunjungan perdana ke Indonesia, Rabu (17/8).  Presiden Joko Widodo menilai,  meskipun jarak Indonesia dan Federasi Serikat Mikronesia cukup jauh, 7 jam lebih penerbangan langsung,  banyak kesamaan yang dimiliki kedua negara.

“Kita adalah sama-sama bangsa Pasifik, kita sama-sama negara kepulauan. Mikronesia memiliki 600 pulau dan Indonesia memiliki lebih dari 17. 000 pulau,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama Presiden Federasi Serikat Mikronesia, Peter Christian, di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/7) siang.

Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama Presiden Federasi Serikat Mikronesia, Peter Christian, di ruang Garuda, Istana Kepreidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/7). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo  bersama Presiden Federasi Serikat Mikronesia, Peter Christian, di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/7). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia merupakan negara yang tidak asing bagi Presiden Christian. “Beliau memiliki darah keturunan Indonesia, yaitu keturunan Maluku, generasi ketiga di Mikronesia,” ucap  Presiden Jokowi, dikutip laman Sekretariat Kabinet.

Dalam kunjungan ke Indonesia ini, lanjut Presiden Jokowi, Presiden Christian juga akan pulang kampung ke Ambon. “Hal ini merupakan bukti bahwa ikatan antar masyarakat kedua negara sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu,” ucapnya.

Tawarkan N-219

Ditambahkan Presiden, kunjungan Presiden Christian ke Indonesia menjadi tonggak baru bagi hubungan kedua negara. Sebuah hubungan yang sangat saling menghormati dan saling menguntungkan.

Presiden Jokowi mengaku sangat menghargai konsistensi komitmen Federasi Mikronesia untuk menghormati integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kita sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai forum di Pasifik Selatan, antara lain melalui kerja sama di Pacific Islands Forum,” kata Presiden.

Sementara dalam pertemuan bilateral, menurut Presiden, delegasi kedua negara telah membahas berbagai upaya untuk meningkatkan kerja sama bilateral.  Pertama, sebagai sesama negara kepulauan, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama di bidang maritim dan peningkatan konektivitas antar pulau.

Artikel Terkait:   BI: Pertumbuhan Ekonomi 2016 Diperkirakan 5,2% - 5,6% %, Inflasi 3% - 5%%

“Indonesia juga menawarkan pesawat N-219 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia untuk dapat digunakan sebagai pesawat angkut antar pulau,” ungkap Presiden seraya menambahkan, Presiden Christian besok akan berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia di Bandung.

Kedua, di bidang ekonomi Indonesia, dan Federasi Serikat Mikronesia sepakat meningkatkan interaksi pengusaha kedua negara. “Dalam kaitan ini saya mengundang pebisnis Federasi Mikronesia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2018,” ucapnya.

Ketiga, untuk meningkatkan hubungan kedua negara, Presiden Jokowi mengemukakan, Indonesia berniat menunjuk konsul kehormatan untuk Federasi Mikronesia.

Keempat, guna meningkatkan hubungan antar masyarakat, Indonesia juga menawarkan beasiswa dan kerja sama pembangunan di berbagai bidang.

Presiden   Peter Christian tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya atas tawaran bantuan teknis dan ekonomi yang disampaikan Pemerintah Republik Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan delegasi pemerintah yang dipimpinnya.

“Kami bersyukur pemerintah Indonesia menawarkan bantuan dalam hal teknis dan ekonomi, untuk membantu kami menghadapi kendala yang ada, dalam upaya untuk mengembangkan negara kami,” katanya.

Menurut Presiden Christian, tidak seperti Indonesia, Negara Federasi Mikronesia memiliki sumber daya, lahan, dan jumlah penduduk terbatas untuk dapat mengembangkan ekonomi menuju tingkat ekonomi dan status sosial yang lebih baik bagi rakyat.

Karena itu, tawaran bantuan yang disampaikan Pemerintah Indonesia diharapkan bisa membantu Federasi Serikat Mikronesia dalam menghadapi kendala untuk mengembangkan perekonomian negara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden Peter Christian menyampaikan rasa senangnya atas keberhasilan Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini karena Federasi Serikat Mikronesia telah menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk duduk di Dewan Keamanan PBB itu.

“Negara-negara kecil di dunia perlu membuat diri mereka relevan dengan apa yang melanda bumi ini, perubahan iklim, perdagangan manusia, kekerasan, pemindahan penduduk karena perang,” kata Presiden Christian.

Artikel Terkait:   Pasar Murah Hadir di Bogor

Presiden Mikronesia itu meyakini, Indonesia akan menggunakan haknya sebagai anggota DK PBB, dan berharap, akan mengambil tanggung jawab yang diamanatkan dalam tingkat yang lebih besar dan inklusif bagi seluruh umat manusia.

Presiden Peter Christian juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi karena mengizinkannya untuk mengunjungi Ambon, Maluku, yang merupakan tanah kelahiran kakeknya.

“Saya menganggap ini sebagai tambahan dari kunjungan resmi saya, sebuah ziarah untuk menghormati silsilah keluarga saya,” ucap Presiden Christian seraya menyampaikan undangannya kepada Presiden Jokowi untuk mengunjungi Negara Federasi Mikronesia. (rdy)  

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com