Yard Occupancy Ratio Tanjung Priok Ditargetkan Turun Jadi 85%

Jumat, 12 Juli 2013

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Pemerintah menargetkan  yard occopancy ratio Pelabuhan Tanjung Priok bisa turun  menjadi maksimum 85%.

Target tersebut  merupakan  tujuan  dari 3 Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani  para pemangku kepentingan utama  di Pelabuhan Tanjung Priok, dan disaksikan Wakil Menteri Keuangan II Mahendra Siregar, Jumat (12/7).

Ada 3 kesepakatan  yang diteken. Pertama,  pemindahan  barang yang sudah  mendapat  Surat Persetujuan Pengeluaran Barang  (SPPB).

Kedua,  pemindahan peti kemas  longstay  yang terkena  peraturan larangan/pembatasan  dan belum mendapat SPPB ke Tempat Penimbunan Pabean Cikarang.

Ketiga,  pemusnahan  barang impor wajib  tindakan  karantina pada petikemas  longstay.

Sebagai tindak lanjut   dari penandatanganan kesepakatan  tersebut, sejumlah truk kontainer mulai Jumat (12/7) sudah  mulai mengangkut  puluhan kontainer  untuk dipindahkan ke  tempat penampungan  yang berada  di luar kawasan  Tanjung Priok, sehingga  diharapkan segera memperlancar  mobilitas petikemas yang terus meningkat belakangan ini.

“Jumlah kontainer  yang terkait  dengan tiga Nota Kesepahaman dan akan  dipindahkan ke tempat  penampungan adalah sekitar 4000 unit, yang telah berada di  kawasan pelabuhan mulai  dari 10 hari  bahkan ada yang  lebih dari 1 tahun,” kata Yudi Pramadi, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan.

Pemerintah juga mulai  menerapkan Sistem  Manajemen Risiko  Bea Cukai yang sudah diperbaharui.  Sistem baru itu  diharapkan dapat  menurunkan jumlah kontainer yang  termasuk dalam jalur  pemeriksaan  di kisaran 10%.

“Pemindahan kontainer  dan SIstem MAnajemen  RIsiko Bea Cukai  merupakan dua dari enam  butir penugasan  Menteri Keuangan  kepada Wakil Menteri Keuangan  II dan Dirjen Bea  dan Cukai  pada awal pekan ini,” kata Yudi.

Adapun empat  keputusan lainnya  sudah dijalankan sebelumnya . Yakni, pelayanan sampai  jam 23 WIB oleh petugas Bea Cukai di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu;  penambahan 50 staf  Bea Cukai  dari Kantor Pusat  ke KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok;  fasilits kerjasama antara operator  pelabuhan dengan TPFT; dan Wakil Menteri Keuangan II berkantor setidaknya 2 hari dalam sepekan di KPU Tanjung Priok. (ra)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com