Sektor Properti Stagnan hingga Tahun Depan

Kamis, 19 September 2019

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Pertumbuhan sektor properti tahun ini hingga 2020 diperkirakan akan stagnan di level 3%  sampai 3,8% , kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Properti Hendro S Gondokusumo

“Laju pertumbuhan akan stagnan pada kisaran 3% sampai 3,8%  tahun depan,” katanya, Rabu (18/9).

Menurut  dia, meskipun pemerintah telah banyak memberikan insentif agar sektor ini bisa tumbuh lebih tinggi, namun dalam mencetak pertumbuhan tersebut memerlukan waktu untuk masa transmisi dari penerapan aturan, pembangunan, dan penjualan properti.

“Tidak serta merta dapat terjadi langsung karena pengusaha properti membutuhkan waktu perencanaan hingga pembangunan dan jual beli properti bisa dilakukan,” ujarnya

Menurutnya, hasil dari fasilitas fiskal untuk sektor properti baru akan terlihat dalam jangka yang cukup panjang sebab perlu ada penyesuaian terkait insentif baru tersebut.

Selain itu, properti mewah juga membutuhkan waktu yang lebih lama agar pelaku usaha melakukan ekspansi setelah mendapat insentif serta kondisi konsumen yang saat ini semakin selektif dalam membeli properti.

“Sekarang masyarakat juga mempertimbangkan tentang jejak rekam pengembangnya, kalau dulu kan hanya soal lokasi,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada para pelaku usaha sektor properti dan real estate agar dapat segera memenuhi janji untuk merealisasikan pertumbuhan sekitar 10% sampai 15%.

Hal tersebut terkait dengan kinerja industri properti yang hanya tumbuh sekitar 3,5%  dalam lima tahun terakhir padahal pemerintah selama ini sudah memberikan berbagai kebijakan yang menguntungkan dalam mendukung pertumbuhan industri properti. (ki)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *