Selasa, 22 Oktober 2019
Jakarta,
MINDCOMMONLINE.COM-Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menyebutkan
bahwa B30 akan dimulai pada Januari 2020.
Kebijakan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi ketergantungan pada energi
fosil dan impor minyak melalui penggunaan campuran biodiesel 30% menggunakan
Bahan Bakar Nabati (B30) menurutnya akan segera terwujud.
Sekjen Dewan Energi Nasional yang juga Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas
Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto
di Jakarta, Senin (21/10), mengatakan uji coba penggunaan campuran biodiesel 30%
menggunakan Bahan Bakar Nabati (BBN) atau B30 ditargetkan selesai.
“Mulai awal tahun 2020, penggunaan komposisi minyak sawit (FAME) pada biosolar
sudah mencapai 30% dari saat ini sebesar 20%,” ujar alumnus sarjana Teknik
Perminyakan dan Program Doktral pada Teknik Perminyakan ITB itu.
Djoko Siswanto menambahkan, pemerintah berencana tak hanya mengimplementasikan
B30 pada sektor transportasi. Menurut dia, uji coba B30 untuk kereta api dan
kapal juga akan segera dilakukan. Ia menambahkan, kebijakan penggunaan B30
dipicu oleh tingginya impor solar. Padahal, Indonesia adalah salah satu
produsen kelapa sawit terbesar di dunia.
Sehingga, ketersediaan bahan baku kelapa sawit Indonesia sangat melimpah. Ia
berharap dengan hadirnya B30, Indonesia tak lagi menjadi negara importir solar,
dan bahkan avtur. Djoko mengajak generasi muda untuk mendukung program
penggunaan B30 ini. Karena selain mengurangi beban negara dari sisi keuangan,
penggunaan B30 ini juga sangat ramah lingkungan.
Upaya penggunaan B30, kata Djoko, juga merupakan komitmen Indonesia kepada dunia
untuk menjaga lingkungan hidup. Tentunya, kata dia, agar dunia tetap bersih,
tetap sehat. B30 juga merupakan jawaban dari Indonesia untuk mencegah
terjadinya pemanasan global. (sr)