RI Positif Corona, Rupiah Anjlok

Senin, 2 Maret 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona atau Covid-19. Mereka ada di Tanah Air dan sudah dirawat. Dampaknya merembet kemana-mana, termasuk pelemahan nilai rupiah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin anjlok setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan positifnya wabah virus corona masuk ke Indonesia. Di pasar spot, rupiah telah menyentuh Rp14.420 per dolar AS, atau melemah 0,50 persen dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah telah melemah 1,25 persen. Pada hari ini, Senin, 2 Maret 2020, rupiah tercatat rata-rata diperdagangkan sebesar Rp14.413 per dolar AS sedangkan pada Jumat, 28 Februari 2020 di kisaran Rp14.234 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim menyatakan, pasca diumumkannya positif wabah Covid-19 di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini, pelaku pasar semakin khawatir terhadap wabah virus tersebut. Apalagi, wabah tersebut terbukti mampu memporakporandakan ekonomi.

“Apa yang ditakutkan oleh masyarakat Indonesia, akhirnya terbukti walaupun pemerintah selama ini menutupinya,” kata dia kepada vivanews.com.

Dia menambahkan, berkurangnya harapan bahwa wabah virus Corona dapat tertahan di China mendorong investor kembali panik. Sehingga memicu kekhawatiran bahwa dampak ekonomi dari pembatasan perjalanan, gangguan rantai pasokan, dan penurunan permintaan mungkin jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

“Indonesia negara yang punya hubungan baik dengan Tiongkok, sangat mungkin virus Corona akan menyasar ke Indonesia,” kata Ibrahim menegaskan.

Akibat meluasnya wabah virus Corona yang terus menjadi topik utama dalam awal tahun ini, kata dia, mengakibatkan goncangan ekonomi secara global dan Indonesia juga terkena dampaknya walaupun persentasenya masih relatif kecil dibandingkan negara-negara lainnya yaitu hanya 1,08 persen. (au)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *