Ini Perkembangan Harga dan Ketersediaan Bapok Menjelang Puasa dan Lebaran 2020

JUmat, 20 Maret 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok menjelang Puasa dan Lebaran 2020 di tengah merebaknya virus Corona (COVID-19). Hal ini ditegaskan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam konferensi pers secara daring di Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (18 Maret 2020).

“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan status keadaan darurat bencana wabah COVID-19 di Indonesia yang diperpanjang sampai dengan 29 Mei 2020. Untuk itu, Kemendag melakukan berbagai upaya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok, khususnya menghadapi bulan Puasa dan Lebaran 2020 tahun ini,” ujar Mendag Agus Suparmanto.

Secara umum kondisi pasokan/stok bapok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai bulan Puasa dan Lebaran 2020. Berdasarkan pantauan Kemendag, harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok per 17 Maret 2020, umumnya relatif stabil. Komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan hanya gula pasir yang naik sebesar 20 persen menjadi Rp17.000/kg dibanding bulan lalu atau 36 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp12.500/kg.

Sementara itu, harga rata-rata nasional bawang putih mulai menunjukan penurunan dibandingkan bulan lalu. “Penurunan harga bawang putih ini tidak terlepas dari upaya Kemendag bersama Satgas Pangan yang melakukan pengawasan dan pemantauan harga di gudang importir secara intensif untuk memastikan tidak ada yang melakukan penimbunan,” tegas Mendag.

Mendag menambahkan, walaupun harga bawang putih sudah turun, namun penurunannya belum signifikan dibandingkan harga tahun lalu. Begitu pula bawang bombay yang harganya naik lebih dari 100 persen mencapai Rp. 140.000/kg. Untuk komoditas beras, berdasarkan pemantauan Kemendag pada 17 Maret 2020, harga rata-rata nasional beras medium masih stabil, hanya naik 0,26 persen dibandingkan bulan lalu. Stok beras di Perum Bulog masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kemendag telah menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium yang dilaksanakan sepanjang tahun 2020.

“Penyaluran KPSH beras medium dapat dilakukan melalui distributor besar dan/atau Mitra Bulog, serta ritel modern anggota APRINDO dengan harga jual di tingkat konsumen sesuai dengan HET,” jelas Mendag.

Terkait dengan stok dan stabilisasi harga bahan pokok sebagai bagian penanganan dampak COVID-19, Kemendag melakukan langkah-langkah strategis. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo berkaitan dengan upaya percepatan penanganan dampak COVID-19 di Indonesia di sektor perdagangan dan ekonomi. “Berkaitan dengan strategi meningkatnya harga bawang putih dan bawang bombay dan untuk mengatasi dampak COVID-19 ini, Kemendag telah mengambil langkah strategis dengan membebaskan Persetujuan Impor bawang putih dan bawang bombay hingga 31 Mei 2020 dengan menerbitkan Permendag Nomor 27 Tahun 2020 dan mulai diundangkan 18 Maret 2020 serta akan diberlakukan pada 19 Maret 2020,” tegas Mendag Agus Suparmanto.

Saat ini yang menjadi isu krusial adalah gula pasir, untuk itu secara teknis Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto menyampaikan beberapa strategi yang dilakukan Kemendag yaitu Pertama, Kemendag telah melakukan rapat koordinasi dengan pengusaha ritel modern dan produsen gula yang mendapat penugasan dari pemerintah untuk memproduksi raw sugar menjadi Gula Kristal Putih (GKP) untuk mengisi stok gula di seluruh ritel modern pada minggu ini.

Kedua, guna menyikapi rencana masuknya Gula kristal putih pada akhir Maret 2020 sebagai gula konsumsi, Kemendag telah membuat komitmen yang harus dijaga bersama dengan APRINDO dan importir gula bahwa harga gula pasir di ujung ditetapkan Rp12.500/kg.

Selanjutnya, untuk mengawasi pasokan dan harga agar terjangkau masyarakat, Kemendag melakukan pengawasan bersama Satgas Pangan Pusat dan Bareskrim dibantu Gubernur Propinsi Lampung di wilayah Lampung.

Hasilnya ditemukan beberapa pelaku usaha masih memiliki stok gula pasir yang dapat dipasok untuk memenuhi kebutuhan di Provinsi Lampung dan Jawa khususnya Jakarta. Mengatasi hal ini dalam implementasi teknis, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Angriono menegaskan Kemendag menemukan stok gula pasir yang bisa menambah stok gula di masyarakat.

“Kemendag meminta dan sepakat dengan pelaku usaha untuk menggelontorkan gula yang disimpan sejumlah 33.000 ton gula pasir untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta dan wilayah sekitar Lampung, seperti Jambi dan Riau. Distribusi gula pasir dilakukan per 18 Maret 2020, untuk mengisi pasar ritel sehingga masyarakat dapat membeli dan mengonsumsi Gula kristal putih dengan harga Rp12.500/kg. Harga yang ada di pasar ritel juga dapat diturunkan sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat,” ujar Very Anggrijono.

Langkah strategis lainnya, Kemendag memfasilitasi pelaksanaan pasar murah, baik di tingkat pusat maupun di daerah, melalui kerja sama dengan pelaku usaha barang kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok dengan harga murah menjelang Puasa dan Lebaran 2020 nanti. Kemendag juga bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang mengambil keuntungan sepihak/penimbunan barang kebutuhan pokok yang dapat merugikan semua pihak.

Kemendag berharap Satgas Pangan secara tegas juga akan melakukan tindakan hukum apabila terdapat oknum pelaku usaha yang melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok mengingat kondisi saat ini antara suplai dan demand dalam kondisi yang tidak normal akibat dampak virus COVID-19.

“Dalam rangka jaminan ketersediaan produk masker di dalam negeri, pemerintah telah mengeluarkan Permendag No. 23 Tahun 2020. Intinya ialah adanya kebijakan pelarangan sementara ekspor produk antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri, dan masker,” tegas Mendag Agus, sebagai langkah Pemerintah dalam menyediakan stock produk kesehatan yang sulit didapat masyarakat saat ini, seperti masker dan hand sanitizer.

“Menyikapi perkembangan penyebaran virus COVID-19 di Indonesia saat ini yang mengganggu perkembangan perdagangan dan ekonomi di Indonesia, sekali lagi Mendag mengharapkan peran serta masyarakat dan agar tetap tenang, tidak panic buying seperti yang selalu disampaikan. Kita bersama-sama harus dapat menjaga situasi di lingkungan masing-masing supaya tetap kondusif dan optimis dapat melalui masa sulit ini. Kemendag juga akan memastikan stok barang kebutuhan pokok terpenuhi dan harganya terjangkau masyarakat,” ujar Mendag Agus Suparmanto.

“Saya juga berharap media dapat membuat pemberitaan yang positif dan membangun agar masyarakat tenang. Perkembangan perdagangan ini akan terus kami perbarui sejalan situasi yang berkembang,” pungkas Mendag Agus Suparmanto. (rud)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *