Banjir Bandang Landa Aceh Tengah, Tak Ada Korban Jiwa

Kamis, 14 Mei 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah terus melakukan upaya penanganan darurat pascabanjir bandang yang menerjang dua desa di Kabupaten Aceh Tengah. BPBD memastikan keselamatan warga dan pelayanan dasar bagi mereka yang mengungsi.

BPBD Kabupaten Aceh Tengah mendirikan pos komando untuk menangani situasi darurat pascabencana. Mereka yang mengungsi ditampung di tempat pengungsian yang berlokasi di SD Negeri 3 Kebayakan. Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Aceh Tengah menyiapkan dapur umum untuk memenuhi asupan gizi para penyintas. 

Hingga Rabu (13/5) pukul 23.49 WIB, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada warga serta mengerahkan alat berat. Alat berat yang berada di lokasi segera melakukan pembersihan material banjir bandang. Pemerintah daerah yang dimotori BPBD dibantu personel TNI, Polri dan Tagana bekerja untuk memastikan proses evakuasi dan pembersihan material longsor, terutama pada akses jalan. Akses jalan Takengan – Bireueun telah dibuka dan berjalan normal kembali. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, Rabu (13/5) malam, hujan sudah berhenti setelah sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah kabupaten. 

Wilayah terdampak di kabupaten ini berada di beberapa Kecamatan. Di wilayah Kecamatan Kebayakan, desa terdampak banjir bandang yakni Desa Paya Tumbi Induk, Paya Tumpi Baru, Pinangan dan Gunung Balohen.

Kecamatan Bebesan, desa yang terdampak di Desa Daling. Jalan kampung Desa Daling tertimbun material lumpur. Namun, jalan tersebut masih bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Data terdampak sementara antara lain korban luka 4 orang dari Desa Paya Tumbi Baru dan 1 lainnya dari Desa Paya Tumbi Induk.  Warga yang mengungsi di SDN 3 Kebayakan berjumlah 10 KK (33 jiwa), sedangkan sekitar 15 KK (56 jiwa) mengungsi ke rumah saudara. 

Rumah rusak berat berjumlah 31 unit dan rusak sedang 26 unit.

Kejadian banjir bandang yang dipicu salah satunya karena hujan intensitas tinggi terjadi pada Rabu (13/5) pukul 15.00 WIB. 

Sementara itu, penanganan darurat pascabanjir juga dilakukan di wilayah Bener Meriah. Sebelumnya diberitakan bahwa banjir terjadi pada Rabu (15/5), pukul 15.00 WIB. 

Tiga kecamatan terdampak banjir tersebut, yakni Kecamatan Bukit (Desa Mutiara Baru), Kecamatan Mesidah (Cemparam/Pakat Jeroh) dan Permata (Desa Wih Tenang Toa). 

Putusnya jembatan penghubung Desa Wih Tenang Toa dan Dusun Bakongan, sehingga akses menuju Dusun Bakongan putus total dan tidak dapat dilalui roda dua maupun roda empat.

Hingga saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bener Meriah, unsur pemerintah terkait lain dan TNI/Polri dibantu masyarakat setempat membersihkan lumpur yang memasuki rumah warga. “Mereka membersihkan material kayu yang menumpuk di jalan. Untuk Kecamatan  Permata Desa Weh Tenang Toa sampai saat ini belum bisa dilalui roda dua maupun roda empat,” ungkap Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. (dya)

Leave a Comment