Kemendag Terus Pacu Geliat Ekspor Makanan Olahan di Tengah Pandemi Covid-19

Kamis, 18 Juni 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan, pemerintah terus mencari terobosan baru untuk memacu gairah ekspor makanan olahan di tengah pandemi Covid19. Produk-produk Indonesia dinilai masih memiliki peluang peningkatan ekspor dan memasuki pasar baru di negara lain yang belum bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Makanan olahan masih berpeluang besar di pasar global. Kami akan terus mencari terobosan
baru untuk meningkatkan ekspor makanan olahan dan diharapkan dapat mendorong kinerja
ekspor nonmigas,” ujar Mendag Agus.

Untuk itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan, secara aktif melakukan
pendekatan kepada para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang ekspor produk pangan
olahan dengan maksimal. Salah satunya melalui pertemuan virtual dengan PT Garudafood Putra
Putri Jaya Tbk dari kantor Kementerian Perdagangan, hari ini, Rabu (17/6).

Kasan menjelaskan, melalui pertemuan virtual ini, Kementerian Perdagangan bisa mendapatkan
banyak informasi dari eksportir. “Dengan informasi yang didapatkan secara langsung dari para
eksportir, kami bisa mendalami hambatan-hambatan yang dihadapi di lapangan dan
menjadikannya sebagai dasar penyusunan kebijakan dan pengelolaan informasi pasar untuk
melayani pelaku usaha di meja bantuan (help desk) ekspor di Kementerian Perdagangan,” kata
Kasan.

Dalam pertemuan tersebut, Kasan menyampaikan, para perwakilan perdagangan di luar negeri,
yaitu Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) siap membantu para
pelaku usaha untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional, antara lain dengan mencarikan buyer
dan distributor di negara bersangkutan serta membantu branding merek lokal yang sudah
mengglobal. Para perwakilan perdagangan juga harus mengetahui produk yang dibawa para
distributor sehingga dapat disesuaikan dengan pasar ekspornya berdasarkan permintaan dan
pemetaan pasar.

Kasan juga menegaskan, Kemendag akan terus melakukan promosi ekspor dan penjajakan
kesepakatan dagang (business matching) secara virtual melalui perwakilan perdagangan. Selain
itu, juga dengan menyelenggarakan pelatihan ekspor secara virtual dan peningkatan pelayanan
informasi ekspor. “Kami berharap pelaku usaha tetap optimis terus menggenjot ekspor makanan
olahan Indonesia,” jelas Kasan.

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri
makanan dan minuman ringan. Produk-produk utamanya antara lain kacang, cokelat, biskuit, dan
pengolahan susu. Perusahaan ini telah berhasil memasarkan produknya ke lebih dari 20 negara
dengan fokus pada negara-negara ASEAN, Tiongkok, dan India.

Untuk menggenjot pasar ekspor makanan olahan, sebelumnya Kementerian Perdagangan
menggelar webinar “ dengan tema “Terobosan Meningkatkan Ekspor Pangan Olahan”” pada 15
Juni 2020. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga mengunjungi perusahaan dan pabrik
makanan olahan PT Indofood Sukses Makmur Tbk pada 12 Juni 2020 dan PT Mayora Tbk pada 4
Juni 2020 lalu.

Pada periode Januari April 2020, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan surplus sebesar
USD 2,2 miliar. Capaian kinerja perdagangan ini cukup menggembirakan di tengah pandemi yang
melanda hampir seluruh negara di dunia. Sementara itu, untuk produk makanan olahan, pada
periode Januari– April 2020, Indonesia berhasil mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 1,32 miliar
atau meningkat 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Negara tujuan utama ekspor produk makanan olahan Indonesia pada periode Januari– April 2020
yaitu Amerika Serikat sebesar USD 293,6 juta (dengan pangsa pasar 22,11 persen), Filipina USD
161,4 juta (12,15 persen), Malaysia USD 101,6 juta (7,65 persen), Singapura USD 74,9 juta (5,64
persen), dan Jepang USD 71,9 juta (5,41 persen). (udy)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *