Pendirian Pusat UMKM Indonesia di Bali Dipercepat

Senin, 27 Juli 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM- Pendirian pusat produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) Indonesia di Bali akan dipercepat karena dinilai dapat mendorong produk dari sektor ini merambah pasar global lebih maksimal.

“Kami ingin jadikan Bali sebagai jendela untuk pasar produk UMKM ke banyak negara,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki, Minggu (27/7).

Menurut dia, pusat UMKM atau trading house UMKM di Pulau Dewata itu nantinya tidak hanya menyajikan untuk produk dari Bali saja tetapi juga seluruh Indonesia.

Dengan adanya pusat UMKM di Bali itu, kata dia, akan memudahkan pembeli atau pelaku usaha dari luar negeri bertransaksi karena Pulau Dewata menjadi daerah tujuan wisata dunia.

“Ada banyak kasus misalnya turis dari Eropa, menemukan produk UMKM di Bali, mereka cari di mana produksinya, kemudian terjadi deal bisnis yang bagus,” katanya.

Menteri Teten menyebut salah satu contoh produk UMKM itu di antaranya Javara yang dinilai memiliki merek kuat dan banyak ditemukan pelaku bisnis global di Bali.

Kini, produk dengan rempah-rempah dan hasil pertanian lokal itu berkembang lebih dari 200 produk dan sudah merambah pasar Eropa salah satunya di Swiss.

Pusat UMKM itu, lanjut dia, diharapkan juga mendongkrak ekspor UMKM 14,5% dan tahun 2024 itu ditargetkan naik dua kali lipat.

Tak hanya itu, pendapatan asli daerah (PAD) Bali juga diharapkan meningkat dengan dibukanya pusat perdagangan UMKM itu.

“Ini pernah saya sampaikan informal ke gubernur (Bali), penting kita siapkan di Bali trading house produk UMKM supaya nanti lebih memudahkan para pembeli di luar berhubungan dengan produk UMKM,” katanya.

Dialog virtual itu diadakan Puri Kauhan Ubud, Bali, yang dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Dalam dialog daring itu juga diluncurkan video Bali Bangkit yang berisi harapan untuk pariwisata di Pulau Dewata dari Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 hingga sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. (ki)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *