Realisai Anggaran PEN Diharap Picu Produktivitas Masyarakat

Senin, 28 September 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya untuk program perlindungan sosial, dapat meringankan beban masyarakat berkemampuan ekonomi bawah, dan selanjutnya dapat memicu produktivitas.

Presiden Jokowi, dalam Pembukaan Muktamar IV Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) 2020 melalui telekonferensi video dari Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/9), mengatakan pemerintah sudah menggelontorkan dana sebanyak Rp 293 triliun untuk klaster perlindungan sosial dengan sasaran masyarakat lapisan ekonomi bawah.

“Realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) ini terutama perlindungan sosial, kita harapkan bisa membantu masyarakat dan memicu produktivitas masyarakat,” kata Presiden.

Anggaran klaster perlindungan sosial itu direalisasikan dalam berbagai program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), program sembako, bantuan sosial (bansos) tunai, Kartu Pra-Kerja, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Banpres Produktif UMKM, Subsidi Gaji, dan Diskon Listrik.

Hingga 23 September 2020, Presiden menjelaskan rincian realisasi dari anggaran klaster perlindungan sosial, antara lain Program Keluarga Harapan telah tersalurkan Rp 29,138 triliun kepada 10 juta penerima manfaat dan Program Sembako telah tersalurkan Rp 30,978 triliun kepada 19,41 juta penerima manfaat;

Kemudian, Program Sembako Jabodetabek telah tersalurkan Rp 4,407 triliun kepada 1,9 juta penerima manfaat dan Program Bansos Tunai Non-Jabodetabek telah tersalurkan Rp 24,787 triliun kepada 9,18 juta penerima manfaat serta Program Kartu Pra Kerja telah tersalurkan Rp 16,617 triliun kepada 4,86 juta penerima manfaat.

Selanjutnya, Program BLT Dana Desa telah tersalurkan Rp 11,73 triliun kepada 7,55 juta penerima manfaat, Program Banpres Produktif dan Banpres Modal Kerja untuk UMKM telah tersalurkan Rp 14,183 triliun dan sudah diterimakan kepada 5,9 juta penerima.

Selain itu, tambah Presiden, Program Subsidi Gaji telah tersalurkan Rp 10,8 triliun kepada 9 juta penerima manfaat dan Program Diskon Listrik telah tersalurkan Rp 3,455 triliun kepada 31,4 juta penerima manfaat.

“Program ini untuk meringankan ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19,” ujar Presiden. (ki)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *